
PLN Sultanbatara Serius Perbaiki Kinerja

Makassar (ANTARA Sulsel) - Perusahan Listrik Negara (PLN) wilayah Sultanbatara menunjukan keseriusannya dalam memperbaiki kinerja. Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja selama dua tahun terakhir.
Evaluasi dan pengukuran kinerja salah satu badan usaha milik negara tersebut dilakukan oleh sebuah Indonesian Quality Award Foundation (IQAF) yang ditunjuk langsung oleh PLN Pusat dengan metode "MalcoLm Baldrige".
Salah seorang staf yayasan tersebut, Sakariza Qori Hermawan di Makassar, Jumat, mengatakan, metode tersebut adalah upaya perbaikan kinerja dengan menggunakan pendekatan terpadu berdasarkan tujuh kategori terdiri atas enam proses dan satu hasil.
Ketujuh kategori digunakan untuk mengukur kinerja organisasi dari sisi kepemimpinan, perencanaan dan strategis, fokus pelanggan dan pasar, pengukuran, analisa dan pengetahuan manajemen, fokus tenaga kerja, manajemen proses, dan hasil.
Melalui tujuh kategori tersebut akan dihasilkan profil utuh tentang organisasi dan peluang untuk pengembangan kemudian ditindaklanjuti dengan program perbaikan.
Sebagai bukti tanggungjawabnya sebagai salah satu badan usaha milik negara yang melakukan pelayanan terhadap masyarakat luas, PLN telah menerapkan metode ini selama dua tahun terakhir.
Metode ini akan terus dibudayakan untuk perbaikan kinerja organisasi dan proses bisnis secara rutin sehingga akan diperoleh organisasi yang efektif, efisien, sehat dan memberikan manfaat pada semua kalangan terutama pelanggan.
"Kami ingin sekelas dengan perusahaan-perusahaan BUMN lainnya dan perusahaan internasional. Menjadi pemimpin dan lebih dewasa sesuai dengan penilaian," kata GM PLN Sultan Batara, Haryanto WS.
BUMN lainnya yang telah melalui proses penilaian dengan metode ini adalah Jasa Marga, BNI dan Angkasa Pura. Sementara PTPN III, Telkom dan Pertamina telah tercatat pernah meraih juara dalam kategori penilaian metode ini.
(T.PSO-100/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
