Logo Header Antaranews Makassar

TDA hadirkan ilustrator dalam visiting company

Rabu, 4 November 2015 18:28 WIB
Image Print
Visiting company TDA (Foto : Agus) (1)

Makassar, (Antara Sulsel) - Komunitas Tangan Diatas (TDA) Makassar menghadirkan ilustrator yang juga pemilik usaha Moslem Clothing (Mosclot) Djody Junaidi dalam visiting company yang berlangsung di sekretariat setempat, Selasa.

Diskusi bisnis rutin yang dihadiri sejumlah anggota TDA tersebut dipandu oleh Kepala Divisi Edukasi TDA Makassar Budi Kamrul yang juga pemilik "start up" jasa kurir Tanya Budi yang memiliki alamat domain di www.tanyabudi.com.

Djody yang juga pemilik Onde Onde Studio tersebut pada awalnya menceritakan suka dukanya sebelum berhasil membangun bisnis sendiri.

"Awalnya saya menjadi karyawan selama lima tahun, menjadi guru, public relation Hotel Sahid kemudian Direktur Sari Indah Perdana baru kemudian menjadi pengusaha yang mandiri," katanya.

Dia mengatakan kalau sekarang menjadi pengusaha lebih mudah karena diberitahu tata caranya.

"Sekarang enak. Ada modulnya yang bisa diikuti. Saya dulu pernah menjadi `freelance` desain logo dan layani pesanan. Satu tahun pernah berhemat hanya dengan makan mie instant," katanya.

Djody mengatakan masa lalunya benar-benar dilalui dengan susah payah. "Saya cenderung otak kanan. Bikin ini dan itu namun gagal. Kami dulu bersama teman-teman TDA. Pokokny hajar mendirikan bisnis dan akhirnya gagal," katanya.

Ilustrator yang karya-karya banyak dikirim ke agensi di luar negeri ini juga pernah mengalami kebimbangan dalam memilih profesi antara desain, mengajar atau properti.

"Saya pernah `terjun bebas` di properti. Kami terlambat terjun. Tidak baca arah angin. Ambruk di properti. Kemudian cari-cari pekerjaan Ray White. Kemudian ditawari studio desain Maraja Design," katanya.

Saat tidak punya uang dan tidak stabil, ujar dia, dirinya kemudian diskusi dengan rekan-rekannya di TDA Makassar dan ternyata masing-masing memiliki masalah yang sama cuma beda bentuknya.

"Setelah berdiskusi akhirnya saya memilih desain dengan mendirikan Onde Onde Studio. Kami memunculkan brand. Ini DNA saya.

Kami membawa Topjer (usaha makanan dan minuman dari kampus ke luar," katanya.

Djody mengatakan di studio dirinya memproduksi file digital-nya sedangkan Mosclot saat ini sudah memiliki lima reseller.

"Bisnis itu connecting the door atau menghubungkan titik-titik. Misalnya satu orang pintar sosial media, satunya pintar membuat kemasan. Ini saling melengkapi," katanya

Kepala Divisi Edukasi TDA Makassar Budi Kamrul mengharapkan dengan program "visiting company" yang menghadirkan pembicara secara bergiliran diharapkan terjadi pertukaran gagasan sehingga mampu melahirkan wirausahawan handal.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026