Logo Header Antaranews Makassar

Pra-PON taekwondo 2015 gunakan peralatan terbaru

Jumat, 13 November 2015 19:48 WIB
Image Print
"Pelindung kepala yang digunakan atlet akan dipasangi sensor...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pelaksanaan babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jakarta, 17-19 November 2015 cabang olahraga judo akan menggunakan peralatan terbaru "head score" untuk menentukan apakah tendangan atlet masuk hitungan poin atau tidak.

"Pelindung kepala yang digunakan atlet akan dipasangi sensor untuk mengetahui apakah tendangan atlet di bagian kepala mendapatkan poin atau tidak. Artinya penilaian masuk tidaknya tendangan tidak lagi melalui penilaian wasit," kata Sekretaris Umum Taekwondo Indonesia Sulsel, Muhammad Tahir di Makassar, Jumat.

Mengenai penggunaan peralatan baru di pra-PON 2015, dirinya mengaku tidak mempersoalkan. Justru dengan penggunaan teknologi seperti itu dapat menghindarkan dari keputusan wasit yang tidak adil atau kesan mendukung salah satu pihak.

Namun demikian, pihaknya juga mengaku khawatir seluruh atlet belum mengetahui cara kerja dari peralatan tersebut. Artinya belum mengetahui titik mana saja yang bisa melahirkan poin dalam setiap pertandingan.

Maklum, Sulsel saat ini memang belum memiliki peralatan seperti itu. Pihaknya juga berharap bisa mendapatkan kesempatan melakukan uji coba dengan peralatan tersebut sebelum turun dan tampil di babak kualifikasi.

"Panitia pra-PON yang menyediakan peralatannya saat pertandingan. Jika kita diberikan waktu adaptasi tentu akan lebih baik untuk mengetahui cara kerja alat itu," katanya.

Sementara itu, pelaksanaan pra-PON 2015 ini memang mengalami perubahan jadwal dan lokasi. Adapun rencana awal dilaksanakan di Semarang, Jawa Tengah, 6-8 November dipindahkan ke Jakarta pada 17-19 November 2015.

Mengenai alasan pengunduran dan pemindahan lokasi pra-PON, kata dia, berdasarkan informasinya dikarenakan Ketua Pengprov TI Jawa Tengah yang meninggal dunia. Sementara untuk penggantinya mengaku tidak siap mengambil alih untuk melaksanakan pra-PON sesuai rencana.

Pihaknya juga mengakui jika keputusan penundaan dan pemindahan lokasi pra-PON ini memang baru diketahui sehingga membuat agenda persiapan sempat terganggu.

Akibat pengunduran dan pemindahan pelaksanaan itu, menurut dia, sejumlah daerah merasa dirugikan karena telah memesan tiket pesawat dan kontrakan.

Namun khusus Sulsel, dirinya mengaku tidak ada persoalan. Pengprov TI Sulsel juga mengaku terbantu karena mendapatkan waktu tambahan untuk lebih memaksimalkan kemampuan seluruh atlet sebelum tampil di babak kualifikasi.

"Memang ada daerah yang sudah memesan tiket dan penginapan di Semarang. Namun kami sendiri tidak ada masalah dengan keputusan itu (pemindahan lokasi pra-PON)," ujarnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026