
Sulsel kesulitan jalankan program "try out"

"Kami pada akhirnya batal berangkat (kejuaraan Yogyakarta) dan hingga kini ...
Makassar (ANTARA Sulsel)- Pengurus Taekwondo Indonesia (TI) Sulawesi Selatan mengakui kesulitan menjalankan program "try out" karena tidak adanya jadwal atau agenda kejuaraan nasional yang dilaksanakan sebelum Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016.
Sekretaris Umum TI Sulsel, Muhammad Tahir di Makassar, Sabtu, mengatakan memang sempat berencana tampil pada kejuaraan Yogyakarta namun ternyata berdasarkan informasi panitia justru merupakan kejuaraan lokal.
"Kami pada akhirnya batal berangkat (kejuaraan Yogyakarta) dan hingga kini, kita juga belum mendapat kabar tentang agenda kejurnas yang bisa dijadikan sebagai ajang try out," jelasnya.
Ia menjelaskan, keputusan untuk tidak mengikuti kejuaraan itu juga berdasarkan petunjuk dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel yang memang tidak memberikan rekomendasi jika kejuaraannya bukan bersifat nasional.
Hal itu, kata dia, dikhawatirkan akan membuat agenda "try out" tidak maksimal karena menghadapi lawan yang bukan sesama atlet PON.
Pihaknya juga memilih untuk sementara fokus dulu berlatih di Makassar dan menunggu perkembangan kedepan.
"Saya belum tahu apakah masih bisa melaksanakan agenda "try out" atau tidak. Kami juga saat ini hanya fokus meningkatkan kemampuan di Makassar sambilmenunggu perkembangan kedepan," katanya.
Sementara Pelatih Taekwondo Sulsel, Mirsam mengaku juga kesulitan untuk bisa bersing karena tidak memiliki peralatan yang khusus untuk PON seperti Digital Scoring dan Electronic Body Protector.
Melihat kondisi itu, dirinya pun tidak berani menjanjika perolehan medali bagi Sulsel dengan tidak tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung.
Dirinya terpaksa hanya fokus untuk berlatih sesuai apa yang ada sebagai persiapan tampil di PON. Para atlet Sulsel masing-masing Muhammad Reski Ashar kelas (Under 54), Sri Buana Resmol (Under 53) putri, dan Richard (Under 87) tetap berupaya bisa bersaing.
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
