Logo Header Antaranews Makassar

Kinerja Koperindag Antisipasi Harga Dipertanyakan

Senin, 24 Agustus 2009 10:48 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Kinerja Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) dalam mengantisipasi harga sembako yang terus mengalami lonjakan dipertanyakan masyarakat di wilayah itu.

Salah seorang warga, Sumiati di Mamuju, Senin, mengatakan kenaikan harga sembako di Kota Mamuju melonjak tajam dan sudah diluar kewajaran di bulan ramadhan ini.

"Harga gula pasir yang awalnya Rp75.000 per kg kini melonjak tajam menjadi Rp13.000 per kg, begitu juga dengan terigu dari Rp7500 per kg menjadi Rp10.000 per kg, beras naik dan semua harga barang naik,"kata Sumiati salah seorang warga yang berprofesi sebagai guru.

Oleh karena itu, ia mempertanyakan kinerja pemerintah khususnya Koperindag Mamuju, dalam mengantisipasi lonjakan harga yang dirasakan semakin mencekik leher masyarakat tersebut karena harganya sudah diambang batas yang ditetapkan pemerintah .

Karena menurut dia, pemerintah di wilayah ini khususnya Diskoperindag Mamuju dinilai seakan-akan, "Tutup mata dengan kenaikan harga tersebut, karena harganya tidak wajar sementara tidak ada antisipasi.

"Tidak ada keseriusan dari pemerintah, mereka tutup mata terhadap lonjakan harga sembako ini sudah ada yang lebih dari 100 persen, seperti bawang putih dari harga Rp7000 per kg menjadi Rp16.000 per kg, "ujarnya

Koperindag hanya datang mencatat kenaikan harga, namun tidak ada penyelesaian untuk mengantisipasi harga sembako yang harganya dipasaran semakin naik,, "ujarnya

Hal yang sama di katakan Usman, salah seorang pegawai lainnya. Ia juga mengeluhkan kenaikan harga di pasaran karena menyulitkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami saja ini seorang pegawai yang digaji setiap bulan oleh pemerintah mengeluhkan kenaikan harga sembako dipasaran apalagi mereka yang tidak punya penghasilan tetap dan hidup dibawah garis kemiskinan, bagaimana mereka hidup di bulan ramadhan ini,"katanya

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Koperindag Mamuju, Launtju mengaku pihaknya memang belum melakukan antisipasi terhadap lonjakan harga sembako yang dinilainya sudah mencapai sekitar 100 persen di wilayah itu

"Kami hanya mencatat berapa lonjakan harga yang terjadi dipasaran, selanjutnya kami akan laporkan ke Kepala Dinas Koperindag Mamuju untuk melakukan antisipasi,"ujarnya.

Ia juga mengaku Gubernur Provinsi Sulbar, Anwar Adnan Saleh telah memerintahkan untuk melakukan antisipasi terhadap lonjakan harga melalui operasi pasar, namun hal tersebut belum dilakukan Koperindag Mamuju.
(T.PK-MFH/S016)