Logo Header Antaranews Makassar

Aksi Ledakan Petasan Marak di Makassar

Senin, 24 Agustus 2009 21:05 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Awal Ramadhan 1430 Hijriah, aksi pembakaran petasan sudah terdengar di pemukiman dan jalan-jalan perkampungan di kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar.

Pemantauan di Makassar, Senin, maraknya suara petasan di pinggir-pinggir jalan, lorong-lorong pemukiman warga hingga depan Masjid sekitar wilayah kecamatan ini sudah dinyalakan oleh anak-anak sekitar sebelum memasuki waktu Ramadhan ini.

Suara petasan yang disulut oleh anak-anak ini sudah dimulai sebelum mamasuki bulan puasa dan sejak pertama Ramadhan sudah menganggu ketentraman warga setempat.

"Mereka menyalakan petasan tidak kenal waktu, pagi, siang dan malam sampai menjelang sahur, selalu terdengar suara petasan. Bahkan saat masuk waktu shalat Magrib atau Tarwih masih ada saja anak-anak yang menyalakan petasan," kata warga Kelurahan Pattingalloang Kecamatan Ujung Tanah Makassar, Faizal.

Menurutnya, anak-anak sekitar meledakan petasan tanpa kenal waktu, bahkan saat para warga sedang melaksanakan shalat wajib dan shalat Tarwih tergangu oleh suara ledakan petasan yang selalu terdengar tiba-tiba.

Selain itu, kata dia, karena di sekitar wilayah ini petasan, mercon, kembang api banyak dijual di toko-toko dengan harga yang bisa dijangkau saku anak-anak.

Salah satu dari mereka yang sering meledakan mercon, Risman (12), mengungkapkan jika barang-barang yang dapat menganggu orang banyak itu sangat mudah ditemukan di toko-toko yang terdapat di jalan Barukang, jalan Sabutung dan jalan Satando Makassar.

"Banyak dijual dan berbagai macam, petasan air mancur, petasan kentut, dan petasan banting," katanya

Ia menjelaskan, selain petasan mudah ditemukan di toko-toko juga harganya murah berkisar antara Rp500 sampai Rp3000 per biji.

(T.PSO-101/F003)