
NTT-Belanda bahas pembangkit listrik arus Gonsalu

Setelah tim dari Belanda turun ke Flores Timur awal Februari lalu...
Kupang (ANTARA Sulsel) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya akan membahas rencana pembangunan jembatan "Palmerah", dan pembangkit listrik tenaga arus laut Selat Gonsalu, di Kabupaten Flores Timur dengan Pemerintah Belanda.
"Setelah tim dari Belanda turun ke Flores Timur awal Februari lalu, Pemerintah Belanda sudah mengirim undangan kepada Gubernur NTT, untuk membicarakan kelanjutan rencana pembangunan jembatan 'Palmerah' dan pembangkit listrik tenaga arus," kata Andre Koreh kepada Antara di Kupang, Jumat.
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan tindak lanjut rencana konsorsium Belanda membangun Jembatan "Palmerah" yang menghubungkan Larantuka daratan dengan Pulau Adonara di Flores Timur dan pembangkit listrik arus laut Gonsalu, setelah tim Belanda melakukan survei lokasi.
Tim survei dari Tidal Bridge Nederlands untuk kedua kalinya datang ke Kota Larantuka, Flotim, pada Selasa (2/2) 2016.
Tim yang beranggotakan enam orang tersebut menyertakan ahli turbin, Marnix Muldee dan ahli jembatan, Andre Hoogeveen dan Erwandi peneliti dari BPPT.
Andre Koreh menambahkan, paling lambat akhir Februari 2016, Gubernur NTT Frans Lebu Raya akan berangkat ke Belanda untuk memenuhi undangan.
Selama di Belanda nantinya, Pemerintah Belanda akan memperlihatkan teknologi Tidal Bridge Nederlands yang mereka sudah pernah bangun.
Selain itu, agenda lain adalah menjajaki kerja sama bidang lain dengan Pemerintah Belanda, kata Andre Koreh.
Dia berharap, Pemerintah Belanda bersedia untuk membangun jembatan Palmerah dan pembangkit listrik tenaga arus laut Gonsalu dalam satu paket pembangunan.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
