Makassar (ANTARA Sulsel) - Introspeksi diri melalui shalat lima kali sehari merupakan jalan menuju taubat bagi umat Muslim untuk tidak mengulang kesalahan atau dosa yang sama.
"Setiap hari kita diberi kesempatan untuk mengintrospeksi diri melalui shalat lima waktu, ditambah sekali seminggu lewat shalat Jumat dan dua kali setahun pada Idul Fitri dan Idul Adha," kata pembawa tausiah Ramadhan Dr. Daniel Jalaluddin MA di Masjid Al Markaz Al Islamy, Makassar, Sabtu.
Dia mengatakan Allah SWT, yang dikenal sebagai "Tawwabur Rahim" atau penerima taubat dan maha kasih sayang, memberikan kesempatan kepada umat manusia untuk bertobat.
"Bahkan dalam sejarah Islam, Raja Firaun, yang terkenal lalim, masih diberi kesempatan bertaubat, namun hingga akhir hidupnya tidak menggunakan kesempatan itu," katanya.
Dalam bertaubat, lanjut dia, seorang Muslim harus mengakui kesalahan atau dosanya dan berjanji pada dirinya untuk tidak mengulangi lagi kesalahan tersebut.
Namun apabila kesalahan itu diulang kemudian bertobat dan terus berulang, Daniel mengatakan, itu hanya diibaratkan hanya taubat "sambal" yang pada saat orang merasa pedas, ia bersumpah tidak akan memakan sambal lagi, namun keesokan harinya masih tetap memakan sambal.
Lebih lanjut dia mengatakan, taubat itu berkaitan dengan dosa atau kesalahan yang diperbuat seorang Muslim, sementara dosa yang dilakukan tersebut berhubungan erat dengan hawa nafsu.
"Ada dua hawa nafsu yakni hawa nafsu mutmainnah, yang mengajak pada kebaikan, dan hawa nafsu negatif, yang mengarahkan untuk berbuat ke hal yang menyimpang ajaran agama," ujarnya.
Dalam hawa nafsu negatif tersebut, katanya, ada campur tangan syaitan dan iblis yang selalu mencari cara agar manusia menyimpang dari ajaran agama Islam. Hal itu dilakukan di mana dan kapan saja, termasuk pada bulan suci Ramadhan.
Karena itu, ia mengatakan, umat Muslim harus mampu mengendalikan hawa nafsunya dan senantiasa berusaha melawan godaan yang akan menjerumuskannya untuk berbuat dosa.
(T.SDP-15/C003)

