Logo Header Antaranews Makassar

Agfor Sulawesi kumpulkan para pihak evaluasi program

Selasa, 26 April 2016 20:41 WIB
Image Print
Senior team leader Agfor James Roshetko (tiga kanan) disela-sela pertemuan para pihak Proyek Agfor Sulawesi di Makassar, Selasa (26/4). (ANTARA FOTO/Suriani Mappong)
"Keberadaan Agfor untuk mendampingi para petani di empat provinsi di Sulawesi sudah akan berakhir pada akhir Desember 2016...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Lembaga yang fokus pada sektor pertanian kehutanan Agroforestry (Agfor) Sulawesi mengumpulkan para pihak untuk mengevaluasi program kegiatan dalam lima tahun terakhir.

"Keberadaan Agfor untuk mendampingi para petani di empat provinsi di Sulawesi sudah akan berakhir pada akhir Desember 2016, namun diharapkan program ini akan dilanjutkan lagi," kata Senior Agroforestry and Natural Resource Officer James M Rosshetko, PhD di Makassar, Selasa.

Dia mengatakan, sejak pendampingan dilakukan Agfor pada 2011 dan kemudian diberikan tambahan waktu enam bulan setelah proyek berakhir 2016, berbagai kegiatan sudah dilakukan seperti sistem manajemen pertanian kehutanan yang lebih dikenal dengan istilah kebun/tanaman campur, pelatihan dan pembelajaran pada petani.

Menurut dia, pelatihan itu terkait dengan pembibitan yang baik, penanaman dan jarak tanam serta pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan tanaman campur.

"Tidak sampai di situ, kami juga mencoba membatu dalam mempertemukan dengan pihak pasar. Yang jelas, yang paling utama dalam proyek ini adalah mengubah pola pikir petani kita untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa merusak lingkungan," katanya.

Adapun tiga provinsi yang menjadi lokasi proyek Agfor Sulawesi adalah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bulukumba, Sulsel Misbawati A Wawo mengatakan, keberadaan Agfor di wilayah kerjanya sangat berarti, karena membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan programnya di lapangan.

"Kegiatan Agfor disenergikan dengan kegiatan kami, bahkan sudah dimasukan dalam Rencana Pembangunan Jangan Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategi (Renstra)," katanya.

Sementara itu, Agroforestry Specialist/Koordinator Sulsel Pratiknyo Purnomo Sidhi dan Agfor Koordinator Sultra Mahrizal keduanya mengatakan, aksi nyata yang dilakukan tim Agfor di lapangan memiliki dampak yang besar untuk perubahan pola pikir petani dalam meningkatkan kesejahteraannya.

Pada pertemuan para pihak Proyek Agfor Sulawesi di Makassar, turut hadir Global Affairs Canada Hari Basuki, BP4K KP Konawe M Akbar, BP4K KP Konawe Selatan Agussalim, petani madu asal Konaweha, Sultra Kusman dan petani dari Desa Kayu Loe, Kabupaten Sinjai, Sulsel Israk.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026