Konjen Australia apresiasi dongeng sehari di Makassar

id konjen australia, sinrilik, dongeng

Pendongeng asal Australia Larry Brandy (kiri) memperagakan cara berburu suku Aborigin kepada anak-anak dalam Pekan Budaya Penduduk Asli Australia di Wisma Kalla, Makassar, Selasa (19/7). (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)

"Kami senang bisa menghadirkan para pendongeng ini untuk memperkenalkan kebudayaan Aborigin...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Konsul Jenderal (Konjen) Aurstralia Richard Mathews mengapresasi dongeng sehari yang menghadirkan pendongeng dari Aborigin Australia, Indonesia dan seniman "sinrilik" di Makassar.

"Kami senang bisa menghadirkan para pendongeng ini untuk memperkenalkan kebudayaan Aborigin serta mengenal budaya Indonesia dan khususnya Makassar," kata Richard di sela kunjungannya di Makassar, Rabu.

Kegiatan yang mengusung tema "Australia Story Telling Day" itu yang digelar di Wisma Kalla pada Selasa (19/7) diawali dengan seminar tentang kiat-kiat mendongeng.

Setelah itu dilanjutkan dengan penampilan pendongeng Aborigin Australia Larry Brandy bersama pendongeng ternama Indonesia yang akrap disapa Kak Resha dan juga pendongeng Makassar Kak Heru.

Di sela-sela kegiatan mendongeng tersebut, juga ditampilkan Daeng tutu yang merupakan seniman alat musik tradisional Makassar, Sinrilik.

Daeng Tutu dengan kepiawaiannya memainkan Sinrilik bertutur tentang perjuangan para keturunan Raja Gowa, khususnya Sultan Hasanuddin ketika harus menandatangani perjanjian "Bongayya" dengan penjajah Belanda sebelum Kemerdekaan Indonesia.

Menurut Richard, kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka pekan budaya penduduk asli Australia, Aborigin yang diadakan setiap bulan Juli.

Kegiatan yang setiap tahunnya dirayakan ini, lanjut dia, bukan hanya oleh suku-suku asli sendiri, tetapi seluruh warga Australia yakni orang Aborigin dan orang dari Kepulauan Selat Torres.

Sementara itu, Larry yang merupakan keturunan Aborigin menuturkan, dengan mendongeng dapat melestarikan budayanya sekaligus memperkenalkan kepada suku lainnya di negara yang berbeda.

Hal senada dikemukakan Daeng Tutu yang mengungkapkan perlunya melestarikan budaya. Suku Aborigin sendiri memiliki kaitan budaya dengan Suku Makassar, karena keturunan Raja Gowa Makassar hidup di bagian utara Australia, Darwin.

Sementara pendongeng Kak Resha dalam menyajikan materinya dan berbagi pengalaman dengan para peserta yang sebagian besar adalah guru sekolah dan ibu rumah tangga, menekankan pentingnya membangun komunikasi dengan anak.

"Salah satu cara dengan mendongeng, karena ini akan menjadi media yang menyenangkan, jika dibawakan juga dengan menyenangkan, sehingga anak-anak akan tertarik dan mendapatkan sisipan nilai-nilai moral di dalamnya," katanya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar