
Makassar batal mengarak Piala Adipura

"Kita akan batalkan rencana itu karena Pak Kadis Kebersihan yang berjasa dalam kemenangan ini...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, rencana mengarak Piala Adipura Kirana yang diperoleh pemerintah kota itu batal dilaksanakan pada Sabtu, 23 Juli 2016.
"Kita akan batalkan rencana itu karena Pak Kadis Kebersihan yang berjasa dalam kemenangan ini," ujarnya saat dikonfirmasi mengenai meninggalnya Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Makassar Syaharuddin di Makassar, Kamis.
Danny Pomanto--sapaan akrab wali kota--mengatakan, Piala Adipura Kirana yang sudah dijadwalkan tiba di Makassar pada Sabtu sore itu akan langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang Tamangapa Makassar.
Di TPA Antang, kata wali kota, dirinya bersama seluruh rombongan yang sudah menjemput Piala Adipura Kirana itu akan melakukan ritual berupa sujud syukur atas pencapaian tersebut.
"Tetap itu kita bawa ke TPA Antang. Rencananya memang akan dibawa ke sana, tapi arak-arakannya yang kita tiadakan. Di sana kita akan sujud syukur," katanya.
Bukan cuma ke TPA Antang, piala itu akan dibawa ke rumah duka di Jalan BTN Minasaupa Blok B-5/11, Kecamatan Rappocini, sebagai bentuk penhormatan atas jasa dan prestasi kepala dinas.
Berdasarkan informasi yang diterima, Kadis Kebersihan Syahruddin menghembuskan nafas terakhir di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Grestelina sekitar pukul 14.00 Wita akibat serangan jantung.
Bagi Danny, almarhum Syahruddin yang berusia 54 tahun adalah sosok pamong yang penuh dedikasi, tanggung jawab dan loyalitas dalam menjalankan amanah yang dipercayakan kepadanya.
"Almarhum selalu bisa diandalkan pada bidang tugas apapun yang diamanahkan kepadanya. Kita kehilangan lagi salah satu pamong terbaik kita," kenang Ramdhan Pomanto melalui sambungan telepon.
Selama dua tahun berada di jajaran pemerintahan, di mata wali kota, almarhum Syahruddin menjadi sosok yang sangat mendukung percepatan terealisasinya program pemerintah kota.
Bagi orang yang pernah dipimpinannya, almarhum dikenang sebagai sosok yang sederhana, bersahaja dan dermawan. Syahruddin meninggalkan seorang istri dan dua putri.
Pihak keluarga yang diwakili oleh Muhammad Akib yang juga Imam Kelurahan Gunung Sari menyampaikan, jenazah disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Perumahan Minasa Upa Blok B5 Nomor 11.
"Jumat, almarhum akan dishalatkan usai shalat Jumat di Masjid Al Muhajirin Minasa Upa, selanjutnya diantar ke pemakaman di TPU Panaikang," terang Akib.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, almarhum sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Batua karena keluhan sakit pada bagian perut dan punggung.
"Almarhum sempat muntah saat berada di Puskesmas lalu dilarikan ke Grestelina untuk mendapatkan perawatan intensif," ujar Kepala Bidang Penataan Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Makassar, Bahar Tjambolong.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
