
DPRD Mamuju Utara desak pemerintah benahi drainase

"Desakan itu bukan tanpa sebab karena kita melihat kondisi jalan dan pemukiman penduduk di Matra...
Mamuju Utara (ANTARA Sulbar) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju Utara (matra), kembali mendesak pemerintah setempat untuk melakukan pembenahan drainase karena menjadi pemicu genangan air saat intensitas curah hujan tinggi.
"Desakan itu bukan tanpa sebab karena kita melihat kondisi jalan dan pemukiman penduduk di Matra menjadi tergenang saat hujan tiba. Hanya hitungan jam, pemukiman warga menjadi tergenang jika terjadi hujan," kata Wakil Ketua DPRD Matra Musawir Az Isham di Mamuju Utara, Senin.
Menurutnya, pembenahan draenase kota mesti segera dilakukan sebab itu juga merupakan bagian dari visi misi bupati dan wakil bupati Matra diperiode kedua ini.
"Saya pikir visi misi bupati terkait pembenahan kota ini segera perlu direalisasikan, agar perwajahan ibu kota bisa terlihat sebagaimana layakanya sebuah ibukota. Kami di DPRD siap membekup realisasi program dari visi misi bupati terkait pembenahan kota ini," terang Muzawir yang juga ketua DPD Demokrat Matra ini.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PU Matra Budiansyah mengatakan bahwa tahun ini pembenahan kota sudah memaski tahap desain secara keseluruhan. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp500 juta.
"Memang pembenahan kota sudah menjadi fokus kami tahun ini, dan tahap pertama itu adalah mendesain dulu, karena drenase ini tidak bisa dibangun secar parsial-parsial. Jadi kemungkinan untuk bagian selatan Pasangkayu pembuangannya itu di kanal jembatan patah, dan untuk bagian selatan pembuangannya disekitar empang yang berdekatan dengan sungai Pasangkayu,"jelasnya.
Ditambahkan, setelah tahap desain dirampungkan, baru kemudian pihaknya akan menaksir jumlah anggaran pengerjaan draenase yang akan dianggarkan pada tahun 2017 mendatang.
"Sekarang program desain draenase kota sudah masuk tahap lelang di unit layanan pengadaan (ULP) Matra, tinggal tunggu siapa pemenang lelang. Nah kalau sudah jadi desainnya baru akan kelihatan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk pengerjaan drainase," ucap Budiansyah.
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
