
Kemenlu bertemu keluarga korban sandera di Makassar

"Saya awalnya di telepon wartawan bahwa suami saya selamat karena sempat melarikan diri saat disandera...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Kementerian Luar Negeri bertemu dengan perwakilan tiga keluarga Anak Buah Kapal (ABK) TB Charles korban sandera kelompok milisi bersenjata Abu Sayyaf di Filipina asal Sulawesi Selatan.
"Saya awalnya di telepon wartawan bahwa suami saya selamat karena sempat melarikan diri saat disandera, kami bersyukur," kata Sri Dewi, di hotel Swiss Belinn Makassar, Jumat.
Menurut Sri sebagai istri Muhammad Sofyan korban penyanderaan ini, kedatangannya ke Makassar diundang untuk melakukan pertemuan dengan Kementerian Luar Negeri dan pihak perusahaan, namun belum tahu persis isi pertemuan itu, dirinya akan belum mengetahui pasti. T
Kendati dirinya sudah sudah mengetahui suaminya Sofyan bebas dan dalam keadaan baik melalui pemberitaan baik media massa dan elektronik.
"Kami hanya diminta datang untuk bertemu dengan pihak Kemenlu sesuai apa yang disampaikan perusahaan tempat suami saya bekerja. Sampai saat ini belum ada informasi terbaru," tuturnya kepada wartawan.
Pertemuan dengan keluarga korban penyanderaan di hotel tersebut berlangsung tertutup dan wartawan masih menunggu hasil dari pertemuan itu.
Usai pertemuan tersebut, pihak keluarga mengatakan berharap pihak Kemenlu bisa mengupayakan korban lainnya agar bisa segera diselamatkan.
"Kami diminta untuk bersabar dan menunggu kabar selanjutnya, mudah-mudahan mendapat kabar baik dan semua sandera selamat," harap Sri.
Sebelumnya, direncanakan Kemenlu akan mendatangi keluarga korban penyanderaan, namun mengingat efisiensi waktu, pihak perusahaan kemudian lebih dulu mengundang secara resmi tiga perwakilan keluarga asal Sulsel untuk bertemu dan mengelar pertemuan di Makassar.
Diketahui, tiga korban sandera asal Sulsel yaitu Muhammad Sofyan asal Kabupaten Takalar, Ismail Tiro, asal Kabupaten Maros, keduanya berhasil melarikan diri dengan cara berenang disaat penyandera lengah. Kemudian Mamat Mabrur, asal Kota Pare-pare kondisinya belum diketahui sampai saat ini.
Tiga perwakilan korban sandera Abu Sayyaf tersebut sementara melakukan pertemuan di Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka bertemu dengan pihak perusahaan dan pihak Kemenlu seusai diberitakan dua WNI asal Sulsel disandera Abu Sayyaf berhasil kabur.
Pihak Kemenlu melalui Kepala Sub-Bidang Pengawasan dan Kekonsuleran Kementerian Luar Negeri Indonesia Krisna Jaelani pada kesempatan itu menyatakan Kemenlu terus berupaya melakukan langkah-langkah untuk menyelamatkan para sandera.
Mengenai dengan dua WNI asal Sulsel yang sebelumnya melarikan diri dan selamat, kata dia, saat ini masih ditampung dan dalam keadaan sehat.
"Kami tetap berupaya semaksimal mungkin. Tentunya dengan pertemuan ini setiap informasi terbaru akan kami sampaikan kepada keluarga. Mengenai dua korban yang berhasil selamat akan dipertemukan dengan keluarga dan masih dijadwalkan," katanya.
Sebelumnya, kelompok milisi bersenjata Abu Sayyaf menyandera 15 orang, satu warga Norwegia dan satu warga Belanda, lima warga Malaysia, serta masing-masing delapan Warga Negara Indonesia dan Filipina.
Tiga WNI asal Sulsel yakni Muhammad Sofyan dan Ismal Tiro berhasil melarikan diri, dan satu lainnya Mamat Mabrur belum diketahui keberadaannya. Sedangkan lima WNI lainnya masih disandera.
Kapal Motor TB Charles sebelumnya di bajak pihak milisi bersenjata tersebut dan menyandera 15 orang tersebut di perairan sebelah selatan perairan Filipina 23 Juni lalu.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
