Logo Header Antaranews Makassar

Nilai transaksi selama di F8 Rp5 miliar

Selasa, 13 September 2016 12:33 WIB
Image Print
"Selama kegiatan berlangsung, tiga hari pelaksanaan pengunjung yang membludak juga berbelanja...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Makassar International Eight Festival and Forum atau F8 yang digelar selama tiga hari telah mencatat angka transaksi sebesar Rp5 miliar lebih dengan ratusan booth.

"Selama kegiatan berlangsung, tiga hari pelaksanaan pengunjung yang membludak juga berbelanja di ratusan stan yang telah disiapkan dan nilai transaksinya besar," ujar Ketua Panitia F8 Makassar Rusmayani Majid di Makassar, Selasa.

Rusmayani yang juga Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjelaskan, F8 merupakan singkatan dari Food, Fashion, Film, Folk, Flower, Fussion Jazz, Fine Art, and Fiction Writer yang digelar sejak 8-10 September 2016.

Selama kegiatan, panitia penyelenggara mencatat transaksi sebesar Rp5.044.735.000 di mana transaksi terbesar tercatat pada hari ketiga, Sabtu, (10/9) sebanyak Rp2.197.876.000.

Transaksi terbesar kedua terjadi pada hari kedua (9/09) sebesar Rp1.567.872.000 dan transaksi terkecil tercatat di hari pertama sejumlah Rp1.278.987.000.

Deretan angka itu berasal dari transaksi kuliner yang dipamerkan di 154 booth milik PHRI, usaha kuliner, merchandise, art, supporting dan sponsorship sepanjang 1,3 km mulai dari Anjungan Metro sampai Toraja - Mandar.

"Jadi urutan transaksi terbesar itu memang terjadi di hari terakhir kemudian di hari kedua dan hari pembukaan. Rata di atas Rp1 miliar pada dua hari pertama dan dihari ketiga baru di atas Rp2 miliar," katanya.

Adapun jumlah pengunjung, lanjut Rusmayani, mencapai angka 290.574 orang atau lima kali lipat dari target yang dipatok penyelenggara selama even berlangsung.

Rusmayani Madjid menuturkan Makassar F8 sebagai event tourism berskala internasional berhasil memunculkan dampak positif bagi sektor usaha lain.

"Makassar menjadi salah satu referensi destinasi wisata bagi wisatawan domestik dan mancanegara dengan adanya event tourism ini," sebut dia.

Salah satu dampak positif yang dimaksud, kata dia, adalah terbangunnya kerja sama antara Pemerintah kota (Pemkot) Makassar bersama 10 kabupaten dan kota di Indonesia lewat penandatanganan MoU Jaringan Lintas Perkotaan (JLP) yang diyakini mampu membawa dampak peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat kabupaten dan kota yang tergabung didalamnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026