Makassar (ANTARA) - Sebanyak 13 mahasiswa Program Studi Teknik Manufaktur Industri Agro Politeknik ATI Makassar mengikuti program magang internasional di Morimitsu Industri Co, Ltd, Jepang, pada 26 Januari hingga 10 Februari 2026.
“Program ini bukan hanya tentang peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter, etos kerja, dan disiplin mahasiswa dalam menghadapi dunia industri internasional," kata Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan Ahmad Sawal saat pelepasan mahasiswa program Short Internship Program 2nd Batch di Kampus Politeknik ATI Makassar, Jumat (23/1).
Ahmad berharap para mahasiswa dapat menjaga nama baik institusi, menunjukkan sikap profesional, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak-banyaknya.
Kegiatan pelepasan juga dihadiri Ketua Tim Program Kelas Kerjasama Internasional Abdul Nasser Arifin, Ketua Jurusan Teknik Manufaktur Industri Agro Jufri, serta para orang tua mahasiswa.
Dalam sambutannya, Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ahmad Sawal, menegaskan bahwa program magang internasional ini merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas lulusan vokasi agar memiliki daya saing global.
Baca juga: Politeknik ATI Makassar gelar SNTI XII 2025
Baca juga: Politeknik ATI Makassar kembali cetak 307 SDM industri unggul
Sementara itu, Ketua Tim Program Kelas Kerjasama Internasional, Abdul Nasser Arifin menyampaikan bahwa Short Internship Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata di lingkungan industri Jepang, sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap standar kerja internasional, khususnya di bidang manufaktur industri agro.
Hal senada disampaikan Ketua Jurusan Teknik Manufaktur Industri Agro, Jufri. Ia mengatakan, keikutsertaan mahasiswa dalam program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan dan mendukung visi program studi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berorientasi global.
Program Short Internship Program 2nd Batch ini merupakan bagian dari kerja sama antara BPSDMI Kementerian Perindustrian, Politeknik ATI Makassar, dan Morimitsu Industri Co, Ltd, yang berfokus pada penguatan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri, baik nasional maupun internasional.
Melalui program ini, diharapkan para mahasiswa dapat membawa kembali pengalaman, pengetahuan, serta praktik terbaik dari industri Jepang untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor manufaktur industri agro di Indonesia. (*/Inf)

