
Siswa Sulsel dapat kuota afirmasi 10 persen masuk Politeknik POM

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan Pemprov Sulsel mendapatkan kuota afirmasi minimal 10 persen bagi siswa-siswi berprestasi untuk diterima di Politeknik Pengawas Obat dan Makanan (POM).
Pemprov Sulsel dan Badan POM RI telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan hibah lahan seluas 10 hektare untuk pendirian Politeknik POM di Kawasan Pucak, Kabupaten Maros, Sulsel.
“Insya Allah kami Pemprov Sulsel akan mendapatkan minimal 10 persen kuota afirmasi bagi siswa-siswi berprestasi dari SMA dan SMK se-Sulsel untuk melanjutkan pendidikan di politeknik ini,” kata Gubernur Andi Sudirman di Makassar, Kamis.
Tak hanya itu, kata dia, para lulusan juga berpeluang besar mendapatkan ikatan dinas.
Diperkirakan sebanyak 50 persen dari total lulusan nantinya akan direkrut sebagai tenaga penyuluh BPOM yang akan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
Pemprov Sulsel dan BPOM RI berharap proyek strategis ini dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat besar bagi kemajuan pendidikan dan penguatan pengawasan obat dan makanan di tanah air.
Gubernur Sulsel menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Sulsel dan Indonesia secara umum.
Pendirian politeknik ini menjadi tonggak sejarah penting karena akan menjadi lembaga pendidikan pertama di Indonesia Timur yang secara spesifik fokus pada pengawasan obat dan makanan. Proyek ini direncanakan menggunakan skema pembiayaan multiyears dengan estimasi anggaran mencapai Rp1,7 triliun.
"Mari mendoakan semoga dilancarkan dan bermanfaat bagi peningkatan investasi SDM Sulsel dan Indonesia," tandasnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
