Logo Header Antaranews Makassar

Pemprov Sulsel dan BI perkuat hilirisasi dan investasi berkelanjutan

Selasa, 28 April 2026 17:46 WIB
Image Print
Sekda Sulsel Jufri Rahman.ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel)

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia setempat berkolaborasi memperkuat hilirisasi dan investasi berkelanjutan dalam mendongkrak perekonomian di daerah itu.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman dalam keterangannya di Makassar, Selasa, mengatakan tantangan global dan target jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045 menuntut dilakukannya transformasi ekonomi yang lebih fundamental.

Menurut dia, transformasi tersebut bertumpu pada tiga agenda utama, yakni percepatan hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah, penguatan investasi berkelanjutan berbasis prinsip hijau (green investment).

Termasuk penguatan Forum Pinisi Sultan sebagai instrumen de-bottlenecking untuk mengurai hambatan investasi dan meningkatkan kemudahan berusaha.

Ketua Forum Pinisi Sultan itu menekankan, hilirisasi menjadi langkah strategis karena Sulsel memiliki kekuatan besar pada beragam komoditas unggulan.

Mulai dari nikel, komoditas perikanan seperti tuna, tongkol, cakalang, rajungan, udang, rumput laut, dan garam; hingga komoditas perkebunan serta kehutanan seperti kakao, kopi, kelapa, dan getah pinus.

Di sektor perikanan, Sulsel tercatat sebagai produsen rumput laut nomor satu nasional dengan produksi mencapai 4,01 juta ton dan penyumbang utama rajungan nasional sebesar 41,97 persen. Produksi udang mencapai 74.000 ton, sementara produksi garam meningkat signifikan dari 5,84 ribu ton menjadi 30,10 ribu ton.

Pada sektor perkebunan, Sulsel juga tetap menjadi salah satu sentra utama kakao nasional dan mencatat produksi kelapa sawit mencapai 104.000 ton pada 2024, ditopang potensi besar komoditas kelapa.

“Hilirisasi menjadi agenda strategis karena arah kebijakan pemerintah pusat sangat jelas,” ujarnya pada kegiatan Dedicated Team Meeting Forum Pinisi Sultan 2026 di Makassar.

Jufri juga mengingatkan pentingnya transformasi investasi di tengah dinamika perdagangan global.

Ia menjelaskan, meski neraca perdagangan Sulsel sepanjang 2021–2025 masih mencatat surplus, ekspor mengalami tekanan setelah sempat mencapai puncak 2,217 miliar dollar AS pada 2023 dan turun menjadi 1,583 miliar dollar AS pada 2025.

“Data menunjukkan tren yang menuntut kewaspadaan dan respons kebijakan yang adaptif,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026