Logo Header Antaranews Makassar

Wartawan MNC TV Mamuju Utara diteror

Jumat, 14 Oktober 2016 21:14 WIB
Image Print
"Kuat dugaan teror ini berkaitan dengan pemberitaan sengketa lahan perkebunan kelapa sawit...

Mamuju Utara (ANTARA Sulbar) - Seorang wartawan Kontributor MNC TV di Mamuju Utara (Matra), Sulawesi Barat, Joni Banne Tonapa mendapat teror dari oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Kuat dugaan teror ini berkaitan dengan pemberitaan sengketa lahan perkebunan kelapa sawit. Kendaraan milik kami dilempar batu oleh orang tak dikenal, akibatnya kaca talang air pecah dan penutup mesin mobilnya rusak, hingga saat ini belum diketahui siapa dan apa motif pelaku melakukan teror tersebut," kata Jhoni Banne Tonapa di Mamuju, Jumat.

Menurut dia, aksi teror terhadap dirinya itu terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari (13/16) tepat depan rumah kontrakannya di Jalan Bandeng, Kelurahan Pasangkayu, Mamuju Utara saat ia bersama keluarga sedang beristirahat.

Belum diketahui jumlah pelaku dan apa motif aksi pelemparan tersebut, karena itu ia pun melaporkan hal itu ke Polres Mamuju Utara untuk ditindaklanjuti.

"Saya tidak tahu apa alasannya sehingga mobil saya dilempar. Tetapi yang jelas ada kaitannya dengan pemberitaan. Hal ini pun telah saya laporkan ke pihak berwajib agar kasus ini bisa segera terungkap dan dapat diketahui siapa pelakunya," kata Joni.

Sebelum kejadian kata dia, terdengar teriakan dari jalan dengan menyebutkan kata-kata kasar dan tak senonoh sekira pukul 23.00 malam itu, lalu kemudian sekira pukul 02.00 dini hari terdengar suara lemparan yang cukup keras yang belakangan diketahui mengakibatkan mobil miliknya rusak parah.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Matra, Bob Ilham Halomoan Harahap mengatakan pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus pengrusakan mobil itu.

"Kami belum tahu apakah ada kaitannya dengan pemberitaan kasus sebelumnya, sebab kami masih menyelidiki untuk mengungkap pelakunya. Namun kami akan mengusut kasus ini hingga tuntas," jelas Bob Ilham.

Terpisah, sekretaris Komunitas Pers Mamuju Utara (Permata) Andi Aswan sangat menyayangkan kejadian itu.

Ia menyebutkan, kekerasan atau kriminalisasi terhadap wartawan bukan kali ini saja terjadi sehingga ia pun meminta agar Polres Matra segera menangkap pelaku teror tersebut.

"Jujur kami sangat menyayangkan hal ini terjadi, Kami mendesak Polres Mamuju Utara agar segera menangkap pelaku teror itu," tegas wartawan senior itu.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026