Logo Header Antaranews Makassar

"Makassar Culinary Night" agenda tahunan Disparekraf

Selasa, 29 November 2016 05:24 WIB
Image Print
Rusmayani Madjid (FOTO/Dokumentasi)
"Makassar Culinary Night akan menjadi agenda tahunan karena ternyata kegiatan ini mendapat respons positif...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kota Makassar menjadikan "Makassar Culinary Night" sebagai agenda tahunan setelah berjalan sukses dan tinggi animo masyarakat menghadirinya.

"Makassar Culinary Night akan menjadi agenda tahunan karena ternyata kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat dan banyak yang menginginkan event itu," ujar Kepala Disparekraf Makassar Rusmayani Madjid, di Makassar, Senin.

Ia mengungkapkan, Makassar Culinary Night (MCN) 2016 pertama kali dilaksanakan pada April.

Selanjutnya pada MCN II digelar pada September 2016. Adapun untuk MCN III digelar awal November 2016.

Pelaksanaan MCN selama tiga kali dalam beberapa bulan ini diminati masyarakat, bahkan transaksi setiap kali event itu digelar selalu meningkat.

"Banyak yang suka event ini, dan masyarakat sudah menyampaikannya langsung kepada kami agar menjadi agenda tahunan," katanya lagi.

Pada MCN ketiga 9 November di Lapangan Hasanuddin Makassar, panitia penyelenggara sengaja memundurkan jadwal event ini dari Oktober menjadi 9 November karena agenda peringatan HUT ke-409 Kota Makassar.

"MCN ini membuktikan bahwa Makassar kini menjadi salah satu destinasi terbaik wisata kuliner di Indonesia, dan pengunjung yang datang bukan hanya warga Makassar, tapi juga dari beberapa daerah di Indonesia dan mancanegara," katanya pula.

Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Disparekraf Makassar Muhammad Roem menuturkan MCN ini menhadirkan beragam menu kuliner dengan berbagai cita rasa.

Selain itu, lanjut Roem, sebanyak 50 stan/tenant para pelaku UKM dan industri kreatif meramaikan MCN yang menyajikan beragam menu kuliner dengan beragam cita rasa tersebut.

Pada pelakanaan MCN 2016 ini, mengambil tema yang lebih spesial yakni "Taste 4 Ethnics" sebagai bentuk edukasi mengenai keberagaman etnis di Sulawesi Selatan.

Konsep termasuk tenant juga berbeda dan dibagi dalam empat area, yakni Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja dengan minigate di setiap arena yang akan didesain mengikuti corak masing-asing etnis.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026