
Bapomi Pantau Kesiapan Arena Pomnas 2017

"Venua yang ditinjau hari ini yakni Lapangan Karebosi Makassar, Kawasan Olahraga (KOR) Sudiang, GOR ...
Makassar (Antara Sulsel) - Badan Pembina Olahraga Mahasiswa (Bapomi) meninjau kesiapan arena yang akan digunakan untuk pertadingan sejumlah cabang pada Pekan Olahraga Nasional Mahasiswa (POMNas) di Makassar, Sulawesi Selatan, Oktober 2017.
Panitia yang sekaligus pula Sekretaris Umum Bapomi Sulsel, Ilham Jaya di Makassar, Jumat, menyatakan kunjungan ini memang dimaksudkan melihat sejauh mana kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan termasuk apa yang masih harus diperbaiki atau dilengkapi.
"Venua yang ditinjau hari ini yakni Lapangan Karebosi Makassar, Kawasan Olahraga (KOR) Sudiang, GOR Universitas Hasanuddin, PNUP, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Negeri Makassar, Unismuh Makassar, GOR Flying Whell, serta GOR Mattoanging Makassar,"katanya.
Keberadaan sejumlah venue di Makassar itu memang selama ini tetap menjadi pilihan dalam setiap pelaksanaan olahraga khususnya tingkat mahasiswa.
Hal itupun yang membuat Bapomi Sulsel sebagai tuan rumah mengaku optimistis bisa menggunakan seluruh venue yang dipersiapkan. Apalagi sarana dan prasarana yang dimiliki juga dinilai layak untuk digunakan menjaid arena pertandingan.
Venua itu akan digunakan mempertandingan sebanyak 14 cabang olahraga yang telah disepakati daam rapat teknis Bapomi sebelumnya yakni atletik, renang, bola voli, futsal, sepak takraw, tenis lapangan, catur, bola basket, pencak silat, karate, kempo, tarung derajat, petanque dan bulu tangkis.
"Kami siap mempertandingkan seluruh cabang olahraga yang telah disetujui. Kami juga berharap dukungan seluruh pihak demi suksesnya pelaksanaan,"jelasnya.
Sementara itu, Kontingen Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah dipastikan akan tampil diseluruh cabang olahraga. Pihaknya juga tidak ada masalah karena 15 cabang olahraga itu memang memiliki atlet yang bisa diunggulkan untuk merebut medali Pomnas 2017.
Pihaknya juga berharap dengan keterlibatan atlet disetiap cabang olahraga semakin membuka peluang Sulsel untuk meraih prestasi terbaik. Ini juga sebagai momentum karena tidak harus mengeluarkan biaya transportasi setelah tampil sebagai tuan rumah.
Kondisi anggaran memang sebelumnya menjadi kendala bagi kontingen Sulsel. Seperti halnya pada pelaksanaaan Pomnas di Aceh, pihaknya terpaksa memangkas jumlah cabang olahraga dna atlet untuk menutupi anggaran pemberangkatan.
"Pengprov Bapomi Sulsel sebagai tuan rumah tentu tidak ingin menyia-nyiakan untuk memaksimalkan. Termasuk dengan mengikuti seluruh cabang yang dipertandingkan," ujarnya.
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
