
PLN Optimistis Tidak Ada Pemadaman Pada Lebaran

Makassar (ANTARA Sulsel) - General Manager PT PLN (Persero) wilayah Sulawesi Selatan Barat dan Tenggara (Sultanbatara) Hariyono WS di Makassar, Kamis, menyatakan optimistis tidak akan ada pemadaman listrik pada Lebaran 2009.
Optimisme itu muncul karena telah turun hujan di beberapa titik yang menjadi daerah tangkapan hujan, Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamasa, Sulbar yaitu Sikuku, Sumarorong dan Mamasa sendiri.
Meski demikian dalam laporannya kepada Gubernur Sulsel, curah hujan itu belum memberikan pengaruh terlalu banyak pada volume PLTA Bakaru. "Volume air yang masuk di waduk masih berfluktuasi antara 12-17 m3/detik, sedangkan pada kondisi normal 45m3/detik,"jelasnya.
Untuk menghindari pemadaman di malam hari, volume air yang masuk ditampung pada siang hari untuk dimanfaatkan pada waktu beban puncak di malam hari.
Upaya PLN meminimalkan pemadaman bergilir mulai memberikan hasil dengan menurunnya lama waktu padam. Jika sebelumnya lama padam berkisar satu hingga dua jam, kini berkisar antara satu hingga satu setengah jam bahkan ada yang hanya 25 sampai 45 menit.
Selain membaiknya DAS Mamasa, liburnya industri, kantor serta pelanggan besar lain pada hari raya, otomatis mengurangi penggunaan listrik.
Diperkirakan beban puncak siang hari saat Lebaran sebanyak 359 megawatt dan malam hari 457 megawatt. Sedangkan daya mampu pada siang hari adalah 409 megawatt sementara malam 482 megawatt .
Ia mengatakan pihaknya juga akan memperbaharui jadwal pemadaman disesuaikan dengan perkembangan cuaca dan kondisi pembangkit terutama volume air di DAS Mamasa.
Mengenai perkembangan proyek 10 ribu megawatt pada tahap pertama di wilayahnya, pihaknya mengatakan terkendala oleh waktu yang cukup lama untuk membangun pembangkit dan investasi yang cukup besar.
Kemungkinan proyek ini akan mengalami keterlambatan karena kesulitan mendapatkan dana setelah subsidi yang disalurkan ke PLN beralih ke biaya operasional.
Dari total rencana pembangkit diwilayah kerja Sultanbatara dengan total daya mampu 560 megawatt yang terealisasi hanya 10 persen yaitu 60 megawatt dari PLTG Sengkang.
(T.PSO-100/N002)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
