
Pengemis Dadakan Ramaikan Hari Lebaran

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pengemis dan anak jalanan (anjal) dadakan mulai ramaikan Kota Makassar menjelang Idul Fitri 1430 Hijriah.
Kepala Dinas Sosial Kota Ibrahim Saleh, di Makassar, Sabtu, mengatakan, pengemis dadakan ini disinyalir datang khusus dari sejumlah daerah yang berdekatan dengan Kota Makassar.
Dalam sepekan terakhir ini peminta-minta kian mudah ditemui. Kondisi tersebut jelas pada waktu dini hari di sejumlah emperan toko dan pusat perbelanjaan.
"Beberapa malam lalu sehabis shalat saya coba-coba mencari makanan sahur di Jalan Irian. Hanya sejam berkeliling ada sekitar 60 pengemis yang tidur di emperan toko," katanya.
Ia mengaku terkejut dengan serbuan pengemis di kota itu yang kian banyak.
Mayoritas pengemis yang kembali membanjiri Makassari mengincar kawasan perumahan, pertokoan, perkampungan, restoran, sampai warung kopi (warkop).
Ibrahim Saleh mensinyalir aktivitas meminta-minta sudah dijadikan profesi untuk meraup rupiah di bulan Ramadhan.
"Baru-baru ini saya bertemu dengan peminta-minta yang justru berparas terawat. Kami curiga pengemis dadakan itu berganti profesi. Padahal, sebenarnya bukan orang susah," tuturnya.
Ibrahim menambahkan, pihaknya masih memberikan toleransi kepada pengemis untuk bebas beraktivitas di hari "H" Lebaran utamanya di lokasi pelaksanaan shalat Id maupun masjid sesuai dengan peraturan daerah (perda).
Diperkirakan mereka mulai beraktivitas bahkan menginap di sejumlah lokasi pusat pelaksanaan shalat Id, bahkan mulai H-1 Idul fitri.
(T.PK-MH/Z002)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
