
H+2 Lebaran Pedagang Masih Jual Ketupat

Jayapura (ANTARA Sulsel) - Di H+2 Lebaran sejumlah pedagang di beberapa pasar tradisional di Kota Jayapura masih menjual kantong ketupat dengan berbagai ukuran dan harga yang bervariasi.
Pantauan ANTARA di Jayapura, Selasa, para pedagang tradisional ini selain menjual sayur mayur dan bumbu-bumbu dapur seperti pada waktu biasa, juga masih menjual kantong-kantong ketupat meskipun Idul Fitri telah memasuki hari ke tiga.
"Saya masih jual ketupat karena masyarakat yang merayakan Lebaran mungkin masih butuh untuk tamu-tamu yang datang ke rumah," jelas seorang pedagang, Josephina yang berjualan di Pasar Pagi Paldam, Jayapura.
Dia mengakui, ketupat-ketupat yang dijualnya adalah buatan sendiri dan baru pagi tadi dianyam sehingga masih segar.
Untuk harga ketupat yang dijualnya, Josephina memasang harga antara Rp5000 hingga Rp15.000 per ikat, tergantung dari ukuran. Setiap ikatnya berisi sepuluh buah kantong ketupat.
Sementara itu pedagang lainnya, Siska mengatakan, masyarakat yang membeli kantong ketupat masih cukup banyak. Oleh sebab itu, selain berjualan buah nanas dan pinang seperti hari biasanya, kantong ketupat juga masih dijualnya.
"Saya mungkin akan jual ketupat sampai minggu depan ini, karena mungkin masyarakat juga masih perlu ketupat untuk bikin acara makan-makan di rumah," kata Siska.
Selain itu diakuinya, berjualan kantong ketupat cukup menguntungkan dibandingkan dagangan yang biasanya dia jual karena peminatnya sangat banyak dan harganya bisa dipertahankan.
Di hari ke tiga Lebaran, sejumlah pasar tradisional mulai beraktivitas kembali, walaupun belum seramai pada waktu biasanya.
Beberapa tempat untuk menggelar dagangan juga tampak kosong, karena sebagian dari pedagang masih merayakan Idul Fitri 1430 hijriah.
(T.PSO-124/P007)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
