Logo Header Antaranews Makassar

Sulbar Dinilai Berperan Mendukung Ekonomi Nasional

Rabu, 1 November 2017 16:18 WIB
Image Print

Mamuju (Antara Subar) - Provinsi Sulawesi Barat dinilai akan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional karena memiliki peran starategis sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil pertanian, perkebunan dan perikanan.

"Secara geografis, Provinsi Sulbar terletak sangat strategis, kerena berhadapan langsung dengan Selat Makassar yang merupakan salah satu jalur lintas pelayaran nasional dan internasional," kata Ketua rombongan Komisi VI DPR RI Mustofa Asegaf saat berkunjung ke Sulbar, Rabu.

Ia mengatakan, meskipun usianya masih muda sebagai provinsi ke-33 di Indonesia, namun Sulbar akan mampu menjadi pusat produksi dan pengolahan hasil pertanian, perkebunan dan perikanan.

Mustofa juga menyampaikan kunjungan komisi DPR itu ke Sulbar dalam rangka reses masa persidangan I tahun sidang 2017-2018, sekaligus ingin mengetahui bagaimana perkembangan Provinsi Sulbar sepanjang 2016, serta apa saja program-program di tahun 2017 hingga ke depannya.

Dalam kunjungan tersebut Ketua rombongan Mustofa Asegaf dari Fraksi PPP, Adisatrya Suryo Sulisto (Fraksi PDIP), Wasista Bambang Utoyo (Fraksi Partai Golkar), Kholilurrahman (Fraksi PKB) dan Slamet Junaedi (Fraksi Nasdem).

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar berharap Komisi VI DPR RI dapat mendorong pemerintah untuk membantu dalam rangka percepatan pembuatan kawasan industri di daerah yang diimpinnya.

"Komisi VI agar membantu percepatan pembangunan kawasan industri, dan membangun sarana pasar agar semakin layak menjadi pusat transaksi ekonomi di Sulbar," katanya.

Ia mengarakan pembangunan ekonomi, hingga saat ini masih dihadapi sejumlah masalah dan kendala yakni sarana perdagangan dan pelabuhan yang juga belum maksimal menunjang dibangunnya kawasan industri.

"Perdagangan Sulbar masih dilaksanakan di Makassar dan Palu yang sarananya lebih memadai, sehingga nilai ekspor Sulbar tidak ada pada catatan devisa untuk negara.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026