Logo Header Antaranews Makassar

DPRD Sulsel uji ketebalan aspal Jalan Hertaning Makassar, masih belum sesuai

Jumat, 6 Maret 2026 06:57 WIB
Image Print
Anggota Komisi D DPRD Sulsel diperlihatkan sampel aspal saat meninjau proyek perbaikan Jalan Letjen Hertasning sepanjang 1,8 kilometer yang merupakan bagian awal proyek penanganan preservasi jalan paket 1, melalui skema Multi Years Contract (MYC) 2025–2027 di Jalan Letjen Hertasning Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (5/3/2026). ANTARA/Darwin Fatir.

Makassar (ANTARA) - Tim Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Sulsel menguji ketebalan aspal proyek pengerjaan perbaikan Jalan Letjen Hertasning sepanjang 1,8 kilometer yang merupakan bagian awal proyek penanganan preservasi jalan paket 1, melalui skema Multi Years Contract (MYC) 2025–2027 dianggarkan Rp430 miliar.

"Ditemukan belum sesuai ketebalan. Titik pertama itu 3,8 milimeter. Itu masih di toleransi. Memang tidak mencapai empat sentimeter (sesuai spesifikasi), tapi ada toleransi diberikan," kata Anggota Komisi D Muhammad Sadar di lokasi proyek jalan setempat, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Sebagai orang yang paham tentang pengaspalan, ia mengungkapkan masih ada kekurangan ketebalan aspal. Kendati demikian, kekurangannya masih dalam batas toleransi.

Kunjungan lapangan tersebut untuk melihat langsung sekaligus menguji dan memastikan ketebalan aspal dengan metode core drill atau pengambilan sampel aspal pada titik-titik tertentu sepanjang 1,8 kilometer.

Sampel core yang diambil, kata dia, akan dibawa ke Laboratorium Dinas Prasarana Umum (PU) Bina Marga di Baddoka untuk diuji lebih lanjut. Ini memastikan kesesuaian material dengan Job Order dan spesifikasi teknis Asphalt Concrete Wearing Course atau AC-WC.

"Hasil core-nya ini kami bawa ke Lab Badoka PU Bina Marga untuk evaluasi apakah benar material ini cocok dengan JOP yang ada, sesuai dengan spesifikasi AC-WC. Kalau itu benar, maka pekerjaan ini layak untuk dilanjutkan," katanya.

Terkait dengan hasilnya, Sadar menegaskan keputusan akhir masih menunggu hasil uji laboratorium PU Bina Marga. Apabila ditemukan ketidaksesuaian, pihaknya segera memanggil rekanan untuk mempertanggungjawabkannya.

"Kalau tidak sesuai yang kita harapkan atau melanggar aturan yang ada, tentu kami panggil rekanannya membahas apakah proyek ini. Bisa saja kita hold (tahan) dulu atau nanti kita lakukan cara lain," katanya menekankan.

Selain pengecekan di Jalan Letjen Hertasning, Komisi D berencana mengecek bahan Asphalt Mixing Plant (AMP) yang dikerjakan PT Tritar Mandiri atau Tristar di Kabupaten Gowa, apakah peralatannya layak pakai atau tidak.

Ketua Komisi D Kadir Halid menambahkan, bahwa pengujian aspal itu tidak hanya sebatas ketebalan, tetapi akan diuji kekuatan dan kualitas campuran aspalnya. Tujuannya agar aspal yang digunakan bisa tahan lama kekuatannya.

Pengujian aspal itu, kata dia, bisa dilakukan di laboratorium pemerintah seperti di PU Bina Marga Baddoka ataupun swasta di perusahaan Sucofindo. Namun dimungkinkan di PU Bina Marga Baddoka. Setelah itu dilaksanakan rapat lanjutan bersama pihak terkait

Dari empat titik sampel yang diambil, ungkap Kadir, ditemukan variasi ketebalan aspal, ada yang tebal empat centimeter, ada yang kurang bahkan ada diatas empat centimeter ketebalannya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Andi Ihsan menyebutkan paket 1 mencakup penanganan jalan sepanjang kurang lebih 300 kilometer terdiri dari 13 ruas jalan tersebar di empat kabupaten kota. Groundbreakingnya dimulai di Jalan Hertasning, Kota Makassar.

Paket 1 juga meliputi ruas vital di Kabupaten Gowa, yakni Tun Abdul Razak, Jalan HM Yasin Limpo, Burung-Burung–Bili-Bili, serta Sungguminasa–Malino. Selain itu, proyek ini di Jalan Batas Sinjai–Palampang–Bulukumba, Tanete–Tanaberu–Bulukumba, Batas Gowa–Tondong–Sinjai, Botolempangan–Batubelerang–Batas Bulukumba–Sinjai.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026