Logo Header Antaranews Makassar

Pimpinan DPRD Sulsel mengingatkan masyarakat menghemat BBM

Selasa, 14 April 2026 05:37 WIB
Image Print
Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina . ANTARA/HO-Dokumentasi DPRD Sulsel.

Makassar (ANTARA) - Pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dan hemat menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) utamanya bersubsidi, mengingat eskalasi konflik perang di Timur Tengah masih belum mereda.

"Walaupun kondisi kita relatif stabil dibandingkan negara lain, gerakan hemat BBM mesti tetap dilakukan. Gunakan BBM seperlunya, termasuk penggunaan kendaraan seperlunya, tapi tidak mengurangi produktivitas kita," kata Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina di Makassar, Senin.

Menurut dia, dari penjelasan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyampaikan masa krisis BBM telah berhasil di lewati Indonesia belum lama ini di acara Halal bihalal, bukan berarti penggunaan energi digunakan berlebihan.

Selain itu, kondisi ketahanan energi di Indonesia masih relatif stabil ketimbang negara-negara lainnya, karena mereka masih mengandalkan pasokan energi utama dari Timur Tengah. Apalagi, penutupan Selat Hormuz sangat mempengaruhi stabilitas energi global.

"Kalau menelaah penjelasan Pak Menteri ESDM masa kritis energi kita sudah lewat, dan Indonesia berhasil melewatinya. Artinya, ini menjadi salah satu bentuk penanganan krisis BBM yang cukup baik," tuturnya.

Kondisi ketahanan energi nasional, kata dia menilai, masih lebih baik dari negara lain yang kini menghadapi gejolak global. Kendati demikian, masyarakat tetap diimbau ikut menjaga ketahanan energi dengan berhemat.

Walau pun stabilitas ketahanan energi Indonesia stabil, namun kata Rahman, pemerintah tidak boleh lengah dan terus memberi edukasi serta mendorong kesadaran masyarakat membiasakan hemat menggunakan BBM maupun gas.

Langkah penghematan ini, kata dia menambahkan, menjadi bagian dari upaya semua pihak turut menjaga stabilisasi energi. Alasannya, selain konflik perang di Timur Tengah belum selesai, dinamika perekonomian global juga patut diantisipasi.

"Harapan kita, masyarakat di Sulsel ikut berperan aktif menjaga stabilitas energi dengan tidak boros memakai energi seperti BBM dan gas. Dukungan produktivitas ekonomi di Sulsel diperlukan dengan melihat situasi global yang tidak pasti," tuturnya menambahkan.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi di tengah krisis geopolitik Timur Tengah saat ini.

"Pemerintah berupaya agar harga BBM dan LPG subsidi di Indonesia tidak mengalami kenaikan dan kami terus mencari jalan keluar," kata Bahlil usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) di Manado, Sabtu.

Dia mengatakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia harus swasembada energi dan pangan, sehingga sebagai Menteri ESDM ditugaskan untuk mencapai target tersebut. Bahlil mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya sehingga jumlah impor BBM dan LPG semakin diminimalkan.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026