
GUBERNUR GUNAKAN HAK PILWALKOT MAKASSAR

Makassar, 29/10 (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo dan anggota keluarganya ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) III Mangkura, Makassar, Rabu, untuk menggunakan hak pilihnya pada pilkada Walikota/Wakil Walikota Makassar periode 2009-2014. Sedangkan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang didampingi isterinya mencoblos di TPS IV jalan Pengayoman, dekat rumah jabatan Wagub.
Pantauan di sejumlah TPS, sejak pukul 07.30 wita masyarakat mendatangi lokasi pencoblosan yang tersebar pada 14 kecamatan di kota ini guna menyalurkan suaranya sesuai hati nuraninya.
Sejumlah mall dan toko tutup sementara guna memberi kesempatan kepada karyawannya untuk memilih salah satu dari tujuh kandidat Cawali/Cawawali yang akan memperebutkan sekitar 500 ribu wajib pilih di kota ini.
Ketujuh pasangan Cawali/Cawawali Makassar yang bersaing memperebutkan suara rakyat di daerah ini yakni Ilham Arief Sirajuddin/Supomo Guntur (Iasmo diusung Golkar), Idris Manggabarani / Adil Patu (Ideal, PD dan PDK), Halim/Jafar Sodding (Mantap mentong, PBR), Ridwan Musa Gani/Irwan (RI, P3), Firmansyah/Kasma (Pasmi, independen), Iriantosyah Kasim/Razak Djalle (Berikrar, independen) dan Ilham Aliem Bachri/Henrman Handoko (Idola, independen).
Pada hari yang bersamaan, empat kabupaten juga melaksanakan pilkada serentak untuk menentukan pemimpin daerah itu lima tahun ke depan yakni kabupaten Pinrang, Sidrap, Wajo dan Luwu.
Kapolwiltabes Makassar, Kombes Pol. Burhanuddin Andi mengatakan, untuk pelaksanaan pilkada Walikota/Wakil Walikota Makassar, pihaknya menetapkan keamanan siaga satu menghadapi pencoblosan di kota berpenduduk sekitar 900 ribu jiwa ini.
"Makassar status siaga satu sehingga diharapkan pemilihan Walikota/Wakil Walikota dapat terlaksana dengan baik, aman, lancar dan kondusif," katanya seraya menambahkan, sekitar 1.000 personil polri dikerahkan untuk memantau dan mengamankan pesta demokrasi pilkada tersebut. ***3***
(T.A022/B/F003/F003) 29-10-2008 12:08:22
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
