Logo Header Antaranews Makassar

Kampung KB Integrasikan Keluarga Sejahtera Di Lutim

Rabu, 15 November 2017 19:14 WIB
Image Print
Program Integrasi kampung Keluarga Berencana bersama Mitra 2017 di Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, Rabu (15/11). (FOTO/Dokumentasi)

Makassar (Antara Sulsel) - Program Integrasi kampung Keluarga Berencana (KB) bersama Mitra 2017 akan mengintegrasikan pembentukan keluarga sejahtera di Kabupaten Luwu Timur atau Lutim, Sulawesi Selatan.

"Untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga hendaknya memiliki perencanaan yang baik dalam mengatur jarak kelahiran anak," kata Kasubdit Bina KB Rumah Sakit dan Klinik Pemerintah BKKBN Pusat, Wahidah Paheng di sela-sela kunjungannya di Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, Rabu.

Dia mengatakan, dengan adanya kampung KB ini diharapkan dapat mendorong kesejahteraan keluarga yang nota bene pendidikan dan kesehatan anak lebih terjamin.

Pembentukan Kampung KB itu, lanjut Wahida, merupakan salah satu upaya mewujudkan Cita ke tiga dari Nawa Cita yang merupakan program Presiden Joko Widodo, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa rangka rangka negara kesatuan.

"Jadi BKKBN ini tidak hanya mengurusi alat kontrasepsi, tetapi bagaimana kemudian menciptakan keluarga sejahtera," ujarnya.

Untuk mengimplementasikan program integrasi Kampung KB bersama mitra 2017, saat ini sudah ada dana Desa yang dapat digunakan untuk program BKKBN.

Sementara itu, Tenaga Ahli dari anggota Komisi IX DPR RI drg Hj Andi Fauziah Pujiwatie Hatta, Abdul Syukur mengimbuhkan, program kampung KB adalah upaya mencapai Cita ke lima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, melalui pembangunan kependudukan dan keluarga berencana.

"Kampung KB sangat penting berada di tengah-tengah masyarakat untuk memberi edukasi kepada masyarakat dalam hal mencapai tujuan keluarga sejahtera," katanya.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan Rapiuddin Tahir. Dia mengatakan, pada dasarnya Program KB bukan melarang untuk memiliki anak lebih dari dua orang tetapi bagaimana kemudian merencanakan untuk terciptanya keluarga yang sejahtera.

Selain itu pertumbuhan masyarakat Indonesia saat ini yang sudah berada di peringkat empat dunia, sehingga menjadi "warning" atau peringatan bagi semua pihak.

Kegiatan integrasi "Kampung Keluarga Berencana bersama Mitra Kerja 2017 yang digelar di Desa Kasintuwu, Kec. Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, pada Senin (13/11), menjadi bahan evaluasi di lapangan untuk melihat progresnya, sehingga anggarannya ditingkatkan tahun depan atau tidak dilanjutkan lagi.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026