ISM Merilis Poster Dan Trailer Film Silariang

id film silariang

Foster Film Silariang (Istimewa)

Makassar, 18/11 (Antara) - Indonesia Sinema Persada bersama Inipasti Communika merilis poster dan trailer Film "Silariang" sebagai bentuk sosialisasi sebelum penayangan pada medio Januari 2018.

"Poster dan trailer kisah cinta dua insan yang tak direstui ini merupakan sebuah kisah cinta yang timeless dan selalu relevan untuk diangkat menjadi sebuah cerita menarik, terutama di kalangan anak muda," kata Produser Film "Silariang" Ichwan Persada di Makassar, Sabtu.

Dia mengatakan, khusus konsep poster yang dihadirkan ini menggunakan "twist" di dalamnya, sehingga mungkin terkesan sekedar indah dan cantik, namun setelah menonton baru akan paham dengan pemilihan pose, komposisi gambar dan lain sebagainya.

Sedang kisah dalam film "Silariang" Direstui hadir di perfilman tanah air untuk menggambarkan sebuah kisah percintaan yang selalu terjadi dari masa ke masa.

"Dan Silariang sendiri merupakan sebuah isu yang tak lekang oleh zaman di kalangan Bugis Makassar," imbuh Sutradara Film Silariang Wisnu Adi.

Film Silariang ini berkisah tentang cinta dua anak manusia bernama Yusuf (Bisma Karisma-SMASH) dan Zulaikha (Andania Suri) . Perasaan cinta di antara keduanya tulus namun ada tembok besar yang menghalangi di antara keduanya. Atas nama cinta, mereka memutuskan `kawin lari` setelah tak direstui ibu Zulaikha, Puang Rabiah (Dewi Irawan).

Ichwan mengimbuhkan, tema besar film ini tentang cinta yang tak direstui. Boleh dibilang kisah semacam ini masih relevan untuk diangkat di masa kini, terutama buat anak muda.

"Karena masih banyak di antara kita yang hubungan cintanya kandas karena tak dapat restu dari orang tua," ungkapnya.

Sementara menurut Wisnu, kesederhanaan cerita ini ini yang menjadi daya tarik dari film Silariang, karena mengangkat realita yang sering terjadi di kehidupan masyarakat.

Cerita tentang cinta itu akhirnya menjadi sangat rumit. Cerita tentang keluarga, sosok ibu, perkawinan siri, bibit-bebet- bobot. Karena itu, jangan pernah menganggap remeh persoalan mencintai dan dicintai.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar