
Ekspor Sulsel Turun 4 Juta Dolar As

Makassar (Antaranews.com) - Nilai ekspor semua komoditas unggulan Sulawesi Selatan periode November 2017 kembali mengalami penurunan setelah periode sebelumnya juga mengalami penurunan yang cukup besar yakni dari 80,03 juta dolar Amerika Serikat menjadi 76.00 juta dolar AS.
"Transaksi nilai ekspor kita untuk periode November ini kembali mengalami penurunan dan jumlahnya itu sekitar empat juta dolar AS," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Nursam Salam di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan, penurunan ekspor kembali terjadi di bulan Oktober, namun penurunannya tidak terlalu besar jika dibandingkan pada periode September.
Berdasarkan data BPS, nilai ekspor Sulsel secara bulanan memang menurun 5,05 persen, di mana capaian Oktober 2017 berkisar 80,03 juta dolar AS.
Sedangkan bila ditilik secara tahunan, penurunannya jauh lebih besar menembus 25,7 persen. Periode yang sama pada tahun lalu, nilai ekspor Sulsel mencapai 102,29 juta.
Jebloknya kinerja ekspor Sulsel disumbang oleh merosotnya sejumlah komoditas strategis yang selama ini menjadi andalan. Di antaranya yakni nikel turun 3,18 persen.
Kemudia biji-bijian dan tanaman obat turun 2,95 persen; kayu dan barang kayu turun 71,34 persen; daging ikan dan hewan air lainnya turun 57,89 persen dan ampas turun 92,39 persen.
"Meski demikian, kontribusi nikel tetap paling besar dalam nilai ekspor Sulsel mencapai 55,28 persen. Adapun negara tujuan ekspor terbesar masih dipegang oleh Jepang," ujarnya.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
