Kapolda: waspadai peredaran uang palsu di pilkada

id kapolda minta,waspada uang,palsu

Kepala Perwakilan BI Sulsel Bambang Kusmiarso (kiri) dan Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Saptono (kanan) menunjukkan uang palsu saat akan dimusnahkan di Makassar, Kamis (18/1). ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang

Makassar (Antaranews Sulsel) - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen Pol Umar Septono mengingatkan kepada semua masyarakat agar berhati-hati dan mewaspadai peredaran uang palsu menjelang pemilihan kepala daerah serentak.

"Kita bersama dengan perbankan, BI dan lainnya itu sama-sama membangun kepercayaan publik terkait masalah uang ini dan kita mau pastikan uang yang beredar di masyarakat aman dan asli," ujar Umar Septono di Makassar, Kamis.

Kapolda saat menghadiri pemusnahan uang palsu di Kantor Bank Indonesia Jalan Jenderal Sudirman Makassar itu berharap besar kepada setiap warga agar bisa mengenali jenis-jenis uang palsu tersebut.

Dia bersama dengan perbankan terus menjalin komunikasi dan setiap saat berkoordinasi dalam hal penyebaran uang tersebut kepada masyarakat agar uang yang diterima memang betul-betul asli dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita intens melakukan koordinasi dengan instansi lainnya seperti perbankan. Makanya, jika ada peredaran uang palsu bisa langsung melaporkan ke perbankannya atau ke polisi," katanya.

Mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) itu menyatakan jika di momen pilkada saat ini, dengan perputaran uang yang sangat besar bisa menjadi pintu masuk bagi para pelaku kejahatan untuk mengedarkan uang palsu.

Karena itu, peran semua pihak diminta dalam mengawasi peredaran uang palsu tersebut termasuk peran media massa yang terus menyosialisasikan kepada masyarakat tentang keaslian dan palsunya uang tersebut.

"Jika kita semua aktif melakukan pengawasan, maka ruang gerak pelaku kejahatan itu semakin sempit. Peran teman-teman media yang terus sosialisasikan jenis-jenis uang palsu juga sangat membantu masyarakat," katanya.

Selain itu, mantan Kepala Korps Sabhara Mabes Polri itu menyatakan jika dalam mengantisipasi peredaran uang palsu maupun praktik pencucian uang, Polda telah membentuk dua tim siber.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar