
Unhas turunkan tim ke Papua

Tim Unhas direncanakan bukan saja datang memberi bantuan pada saat sekarang ini, tetapi Unhas akan melakukan bantuan yang sistemik, terintegrasi, dan berkelanjutan
Makassar (Antaranews Sulsel) - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar memberikan respon atas kejadian luar biasa gizi buruk dengan mengirimkan tim medis untuk ditugaskan di Kabupaten Asmat, Papua.
Hal ini terungkap dalam rapat khusus yang digelar di ruang rapat Rektor Unhas, Lantai 8 Gedung Rektorat Makassar, Kamis.
"Tim Unhas direncanakan bukan saja datang memberi bantuan pada saat sekarang ini, tetapi Unhas akan melakukan bantuan yang sistemik, terintegrasi, dan berkelanjutan," kata Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Kerja Sama, Prof dr Budu, PhD SpM(K) MEd.
Selain Prof dr Budu, rapat tersebut juga dihadiri Prof Dr dr Idrus Paturusi SpBO, Prof Nurpudji Astudi, Prof Razak Thaha, Dr Junaedi, Dr Aminuddin, Prof Zulkarnain (Dekan FKM), Dr Ariyanti Saleh (Dekan Keperawatan), Prof Dr drg Bahruddin Thalid MKes, Sp Pros (Dekan FKG), Prof Dr La Ode Asrul, MP sebagai Ketua LPPM Unhas.
Prof Dr dr Idrus Paturusi SpBO menegaskan persoalan yang terjadi di Asmat ini bukan hanya persoalan darurat sebagaimana halnya yang terjadi pada saat bencana alam.
"Ini adalah situasi darurat sistemik, berkaitan dengan banyak aspek. Ada persoalah kesehatan, persoalan medik, hingga persoalan sosial dan ekonomi di Asmat. Untuk itu, Unhas akan turun dengan tim multidisiplin untuk mengatasi persoalan secara berkelanjutan," jelasnya.
Pertemuan ini mengidentifikasi berbagai persoalan yang saat ini dihadapi, berdasarkan data yang disiapkan oleh Kementerian Sosial, Polda Papua, Pemerintah Daerah, lembaga-lembaga terkait lainnya. Mengidentifikasi situasi yang terjadi, maka Tim Unhas menilai jika penyelesaiaan sistematis berorientasi jangka panjang dan berkelanjutan dibutuhkan.
Untuk jangka pendek, Unhas menurunkan tim tanggap darurat untuk secara cepat membantu persoalan gizi buruk yang kini sedang melanda. Tim ini terdiri dari tenaga media dan tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter dengan berbagai keahlian (antara lain gizi, anak, bedah, penyakit dalam, kebidanan, dan gigi).
Juga akan diturunkan tenaga perawat yang akan membantu di lapangan. Tim pertama sebanyak sembilan belas orang rencananya akan diturunkan pada tanggal 8 Februari 2018.
Unhas sebenarnya ingin menurunkan tim lebih cepat lagi, namun karena kendala transportasi ke Asmat, khususnya Agats, maka tim pertama baru dapat diberangkatkan pada tanggal tersebut.
Selain membahas rencana menurunkan tim tanggap darurat dalam waktu dekat ini, dibahas juga rencana jangka menengah dan jangka panjang. Diharapkan, persoalan gizi buruk yang terjadi di Agats dapat ditangani secara sistematis, hingga tidak terulang lagi pada masa-masa mendatang.
Pewarta : Abd Kadir
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
