Dinas KISP perkuat keamanan cyber dukung pilkada
Rabu, 9 Mei 2018 10:25 WIB
Kepala Dinas KISP Sulsel Andi Hasdullah (FB)
Makassar (Antaranews Sulsel) - Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (KISP) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Hasdullah memperkuat keamanan cyber untuk mendukung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.
"Kami melakukan penguatan cyber dari berbagai potensi ancaman yang bisa mengganggu sistem teknologi informasi kita, utamanya dalam menyongsong Pilgub, Pilkada, Pilpres, dan Pileg mendatang," kata Kepala Dinas KISP Sulsel Andi Hasdullah di Makassar, Rabu.
Dia melanjutkan, ada beberapa langkah yang sudah dilakukan pihaknya. Seperti literasi edukasi terutama terhadap netizen,? bahkan lebih khusus kepada para anak-anak muda yang memiliki potensi menjadi hacker untuk membangun jiwa nasionalisme.
"Kami berharap para hacker ini bisa membantu pemerintah dalam rangka ketahanan cyber dan tidak melakukan sebaliknya alias tidak merusak sistem jaringan informasi," kata dia.
Pihaknya, kata dia, juga melakukan pembinaan khusus kepada para anak muda agar memiliki kemampuan teknologi yang tinggi sehingga menjadi garda terdepan dalam melindungi negara kesatuan Indonesia dalam bidang teknologi informasi.
Ia mengatakan menjaga keamanan cyber bukan hanya tugas satu atau dua orang saja, semua harus bergandeng tangan satu dengan yang lain.
"Apalagi di era sekarang dimana arus informasi sangat kencang, masyarakat harus cerdas dalam memilah berita yang beredar apakah masuk hoax atau tidak," ucapnya.?
Selain itu, lanjutnya, munculnya hacker-hacker andal yang mampu merusak jaringan informasi juga patut diwaspadai.
"Jangan sampai muncul kekhawatiran di masyarakat bahwa sistem teknologi yang dibangun dimanfaatkan kelompok atau jaringan tertentu, ini yang harus diwaspadai" pungkasnya.
"Kami melakukan penguatan cyber dari berbagai potensi ancaman yang bisa mengganggu sistem teknologi informasi kita, utamanya dalam menyongsong Pilgub, Pilkada, Pilpres, dan Pileg mendatang," kata Kepala Dinas KISP Sulsel Andi Hasdullah di Makassar, Rabu.
Dia melanjutkan, ada beberapa langkah yang sudah dilakukan pihaknya. Seperti literasi edukasi terutama terhadap netizen,? bahkan lebih khusus kepada para anak-anak muda yang memiliki potensi menjadi hacker untuk membangun jiwa nasionalisme.
"Kami berharap para hacker ini bisa membantu pemerintah dalam rangka ketahanan cyber dan tidak melakukan sebaliknya alias tidak merusak sistem jaringan informasi," kata dia.
Pihaknya, kata dia, juga melakukan pembinaan khusus kepada para anak muda agar memiliki kemampuan teknologi yang tinggi sehingga menjadi garda terdepan dalam melindungi negara kesatuan Indonesia dalam bidang teknologi informasi.
Ia mengatakan menjaga keamanan cyber bukan hanya tugas satu atau dua orang saja, semua harus bergandeng tangan satu dengan yang lain.
"Apalagi di era sekarang dimana arus informasi sangat kencang, masyarakat harus cerdas dalam memilah berita yang beredar apakah masuk hoax atau tidak," ucapnya.?
Selain itu, lanjutnya, munculnya hacker-hacker andal yang mampu merusak jaringan informasi juga patut diwaspadai.
"Jangan sampai muncul kekhawatiran di masyarakat bahwa sistem teknologi yang dibangun dimanfaatkan kelompok atau jaringan tertentu, ini yang harus diwaspadai" pungkasnya.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Antisipasi penyakit berbahaya, personel Satpol PP di Sulsel diperiksa kesehatannya
01 February 2026 18:27 WIB
Terpopuler - Iptek
Lihat Juga
Menristek: Forum Indonesia-Prancis tingkatkan iklim penelitian di Indonesia
31 October 2019 12:09 WIB, 2019