Dinkes Makassar kerahkan tim fogging
Selasa, 13 November 2018 13:23 WIB
Petugas Dinas Kesehatan Kota Makassar menyemprotkan asap Fogging di Kompleks Nikel, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (13/11/2018). ANTARA FOTO/Darwin Fatir
Makassar (Antaranews Sulsel) - Dinas Kesehatan Kota Makassar, Sulawesi Selatan menerjunkan tim untuk melakukan fogging di sejumlah wilayah yang terindetifikasi berkembangnya jentik nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.
"Tim berjumlah 35 orang untuk melakukan fogging di sejumlah titik yang sudah ditentukan atau rendah jentik guna mematikan berkembangnya nyamuk pembawa DBD," tutur Ketua Tim Fogging Dinkes Kota Makassar, Nur Fajrin di jalan Nikel, Kelurahan Ballaparang, Selasa.
Penyemprotan asap yang mengandung zat kimia insektisida yang dibuat dari zat pyrethroid sintetis yang dapat membunuh serangga penyebar virus penyakit, kata dia, dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya penyakit utamanya demam berdarah di pemukiman penduduk.
Selain itu, fogging tersebut menjadi program Pemerintah Kota Makassar dalam pemberantasan jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti yang berbahaya bila dibiarkan berkembangbiak apalagi di awal ?musim penghujan.
"Ini hari kedua di Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, dan akan dilanjutkan besok di beberapa kelurahan lainnya seperti di Antang Manggala, Kecamatan Manggala dan Sudiang di Kecamatan Biringkanaya," beber dia.
Menurutnya, pelaksanaan fogging di pemukiman penduduk sudah terindetifikasi rendahnya jentik atau pengembangbiakan nyamuk tersebut serta data dan laporan yang masuk dari kelurahan setempat untuk dilakukan pengasapan.
Selain itu, program ini merupakan agenda tahunan memasuki masa pancaroba atau peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan, mengingat intensitas curah hujan semakin meningkat awal bulan November 2018.
"Tim fogging berdasarkan skala prioritas dan laporan yang masuk dari kelurahan, selanjutnnya ditindaklanjuti. Bila mana diperlukan sesuai dengan permintaan maka daerah lain juga menjadi sasaran penyemprotan. Besok rencananya kami di Manggala," katanya.
Salah seorang warga Jalan Nikel, Bakrie memberikan apresiasi kepada pemerintah bahwa penyemprotan asap di wilayahnya sangat diperlukan karena daerah tersebut rawan pengembangbiakan nyamuk.
"Terima kasih kepada pemerintah mau menyemprot daerah kami, sebab disini meskipun perumahan kelas menengah tapi rawan pengembangbiakan nyamuk aedes. Semoga asap ini mematikan semua jentik nyamuk dan serangga pembawa penyakit," tambahnya.
"Tim berjumlah 35 orang untuk melakukan fogging di sejumlah titik yang sudah ditentukan atau rendah jentik guna mematikan berkembangnya nyamuk pembawa DBD," tutur Ketua Tim Fogging Dinkes Kota Makassar, Nur Fajrin di jalan Nikel, Kelurahan Ballaparang, Selasa.
Penyemprotan asap yang mengandung zat kimia insektisida yang dibuat dari zat pyrethroid sintetis yang dapat membunuh serangga penyebar virus penyakit, kata dia, dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya penyakit utamanya demam berdarah di pemukiman penduduk.
Selain itu, fogging tersebut menjadi program Pemerintah Kota Makassar dalam pemberantasan jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti yang berbahaya bila dibiarkan berkembangbiak apalagi di awal ?musim penghujan.
"Ini hari kedua di Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, dan akan dilanjutkan besok di beberapa kelurahan lainnya seperti di Antang Manggala, Kecamatan Manggala dan Sudiang di Kecamatan Biringkanaya," beber dia.
Menurutnya, pelaksanaan fogging di pemukiman penduduk sudah terindetifikasi rendahnya jentik atau pengembangbiakan nyamuk tersebut serta data dan laporan yang masuk dari kelurahan setempat untuk dilakukan pengasapan.
Selain itu, program ini merupakan agenda tahunan memasuki masa pancaroba atau peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan, mengingat intensitas curah hujan semakin meningkat awal bulan November 2018.
"Tim fogging berdasarkan skala prioritas dan laporan yang masuk dari kelurahan, selanjutnnya ditindaklanjuti. Bila mana diperlukan sesuai dengan permintaan maka daerah lain juga menjadi sasaran penyemprotan. Besok rencananya kami di Manggala," katanya.
Salah seorang warga Jalan Nikel, Bakrie memberikan apresiasi kepada pemerintah bahwa penyemprotan asap di wilayahnya sangat diperlukan karena daerah tersebut rawan pengembangbiakan nyamuk.
"Terima kasih kepada pemerintah mau menyemprot daerah kami, sebab disini meskipun perumahan kelas menengah tapi rawan pengembangbiakan nyamuk aedes. Semoga asap ini mematikan semua jentik nyamuk dan serangga pembawa penyakit," tambahnya.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Antisipasi penyakit berbahaya, personel Satpol PP di Sulsel diperiksa kesehatannya
01 February 2026 18:27 WIB
Dinkes Sulbar skrining HIV dan hepatitis warga binaan Lapas Perempuan Mamuju
22 December 2025 5:59 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020