Sungai Bantimurung meluap genangi tempat wisata
Selasa, 22 Januari 2019 20:50 WIB
Taman Wisata Alam (TWA) Bantimurung tergenang banjir akibat hujan deras yang menguyur daerah tersebut sehingga memicu Sungai Bantimurung meluap di Kabupaten Maros, Sulsel, Selasa (22/1) (FOTO/Istimewa)
Makassar, (Antaranews Sulsel) - Sungai Bantimurung yang meluap akibat hujan deras mengguyur dua hari terakhir telah menggenangi empat kecamatan di Kabupaten Maros, termasuk tempat wisata alam (TWA) Bantimurung.
Menurut Komandan Regu Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros, Hasriadi ketika dikonfirmasi pada Selasa, sebagian besar pemukiman warga yang berada di sekitar bantaran sungai telah tergenang setinggi lutut dan dada orang dewasa.
Begitu pula dengan TWA Bantimurung yang untuk sementara ditutup demi keamanan calon pengujung. Pasalnya gerbang TWA ini saja sudah tergenang setinggi sekitar satu meter.
"Untuk alasan keamanan, maka sepanjang terjadi banjir, TWA Bantimurung ditutup sementara," kata salah seorang pengelola TWA Bantimurung Anwar.
Sejumlah fasilitas yang ada di TWA, mulai dari wahana bermain hingga fasilitas umum tidak dapat digunakan, karena tergenangi air luapan sungai.
Sementara berdasarkan data BPBD Kabupaten Maros diketahui, sedikitnya lima kecamatan yang dilanda banjir akibat kondisi cuaca esktrem dua hari terakhir.
Keempat kecamatan itu adalah Kecamatan Bantimurung, Simbang, Cenrana, Maros Baru dan Kecamatan Lau. Bahkan terdapat dua jembatan di antaranya Jembatan Marampesu yang menghubungkan antara satu desa dengan desa lainnya putus akibat derasnya arus Sungai Bantimurung.
Sementara fasilitas layanan publik seperti Kantor Bupati, Kantor Dinas Pendapatan Daerah dan BPBD Maros yang berada di sekitar jalan poros Maros - Makassar turut tergenang air setinggi lutut orang dewasa.
"Banyak motor dan mobil mogok, karena tergenang air sewaktu melintas di jalan poros ini," kata salah seorang warga Maros Daeng Gassing.
Menurut Komandan Regu Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros, Hasriadi ketika dikonfirmasi pada Selasa, sebagian besar pemukiman warga yang berada di sekitar bantaran sungai telah tergenang setinggi lutut dan dada orang dewasa.
Begitu pula dengan TWA Bantimurung yang untuk sementara ditutup demi keamanan calon pengujung. Pasalnya gerbang TWA ini saja sudah tergenang setinggi sekitar satu meter.
"Untuk alasan keamanan, maka sepanjang terjadi banjir, TWA Bantimurung ditutup sementara," kata salah seorang pengelola TWA Bantimurung Anwar.
Sejumlah fasilitas yang ada di TWA, mulai dari wahana bermain hingga fasilitas umum tidak dapat digunakan, karena tergenangi air luapan sungai.
Sementara berdasarkan data BPBD Kabupaten Maros diketahui, sedikitnya lima kecamatan yang dilanda banjir akibat kondisi cuaca esktrem dua hari terakhir.
Keempat kecamatan itu adalah Kecamatan Bantimurung, Simbang, Cenrana, Maros Baru dan Kecamatan Lau. Bahkan terdapat dua jembatan di antaranya Jembatan Marampesu yang menghubungkan antara satu desa dengan desa lainnya putus akibat derasnya arus Sungai Bantimurung.
Sementara fasilitas layanan publik seperti Kantor Bupati, Kantor Dinas Pendapatan Daerah dan BPBD Maros yang berada di sekitar jalan poros Maros - Makassar turut tergenang air setinggi lutut orang dewasa.
"Banyak motor dan mobil mogok, karena tergenang air sewaktu melintas di jalan poros ini," kata salah seorang warga Maros Daeng Gassing.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : M Darwin Fatir
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sulsel "ground breaking" pembangunan jalan poros Tanabatue-Palattae Bone
16 January 2026 18:04 WIB
Waspada, BMKG keluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem empat daerah di Sulsel
10 January 2026 15:19 WIB
Genangan air picu antrean panjang di jalan poros Makassar-Parepare Sulsel
10 February 2025 6:10 WIB, 2025