Pemkab Gowa lakukan pemulihan trauma 230 anak
Minggu, 27 Januari 2019 22:58 WIB
Suasana pemberian materi mengenai pemulihan trauma bagi anak-anak yang terkena dampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Istimewa)
Sungguminasa (Antaranews Sulsel) - Pemerintah Kabupaten Gowa membentuk tim psikologi untuk memberikan bantuan pemulihan trauma (trauma healing) bagi anak-anak yang terkena dampak bencana banjir bandang dan longsor.
"Semua OPD terlibat karena bencana banjir dan longsor melibatkan semua aspek. Makanya, pemulihan trauma adalah salah satu prioritas agar anak-anak yang menjadi korban bisa ceria kembali," ujar Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di Sungguminasa, Minggu.
Ia mengatakan pemberian pendampingan untuk pemulihan trauma dilakukan oleh dua dinas terkait yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial untuk mendatangkan psikolog.
Bupati menyatakan musibah banjir bandang dan longsor menimbulkan trauma mendalam kepada para korbannya, bukan hanya bagi anak-anak tetapi orang dewasa juga mengalaminya.
Namun dirinya lebih menitikberatkan kepada anak-anak yang menjadi korban banjir dan longsor, apalagi banyaknya warga yang meninggal dan luka-luka semuanya terjadi di depan mata anak-anak.
"Anak-anak adalah tumpuan kami, harapan kami di Kabupaten Gowa. Kita tidak ingin ada trauma yang membekas, makanya cara ini kami tempuh," katanya.
Pada pemulihan trauma yang dilakukan di tempat-tempat pengungsian, Minggu (27/1), terdapat 230 anak yang mengikuti program tersebut dan tersebar di tiga titik yakni di SD Mangasa (150 anak), RPH Tamarunang sekitar (30 anak), dan BTN Bumi Batara Mawang sekitar (50 anak).
Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Anak Dinsos Gowa, Asrianty menyatakan trauma healing dilakukan untuk menghilangkan trauma pada anak terkait bencana. Tidak hanya itu kegiatan ini juga untuk menanamkan kepercayaan diri yang sempat hilang.
"Setelah bencana pasti anak anak trauma untuk balik ke rumah, apalagi dengar hujan sedikit pasti ketakutan, makanya kita adakan ini supaya anakanak bisa menghilangkan traumanya, apalagi kita ada pembelajaran Parenting atau mengajarkan anak tanggap bencana," katanya.
Ia mengatakan pihaknya juga bekerjasama dengan Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI) `Sikamaseang` Kabupaten Gowa, Psikolog UNM, Lembaga Indonesia Mengabdi, Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dari Kemensos RI untuk memberikan pembelajaran mengenai pemeulihan trauma pada anak.
"Jadi inilah yang membawa materi terhadap anak-anak, mulai dari berdongeng, bercerita, mewarnai bahkan ada reward yang diberikan supaya anak bisa lebih semnagat lagi mengikuti trauma healing," jelas Asrianty.
Ia berharap, dengan adanya trauma healing tersebut para anak bisa memulihkan psikologinya, kepercayaan dirinya, dan tanggap bencana.
"Semua OPD terlibat karena bencana banjir dan longsor melibatkan semua aspek. Makanya, pemulihan trauma adalah salah satu prioritas agar anak-anak yang menjadi korban bisa ceria kembali," ujar Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di Sungguminasa, Minggu.
Ia mengatakan pemberian pendampingan untuk pemulihan trauma dilakukan oleh dua dinas terkait yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial untuk mendatangkan psikolog.
Bupati menyatakan musibah banjir bandang dan longsor menimbulkan trauma mendalam kepada para korbannya, bukan hanya bagi anak-anak tetapi orang dewasa juga mengalaminya.
Namun dirinya lebih menitikberatkan kepada anak-anak yang menjadi korban banjir dan longsor, apalagi banyaknya warga yang meninggal dan luka-luka semuanya terjadi di depan mata anak-anak.
"Anak-anak adalah tumpuan kami, harapan kami di Kabupaten Gowa. Kita tidak ingin ada trauma yang membekas, makanya cara ini kami tempuh," katanya.
Pada pemulihan trauma yang dilakukan di tempat-tempat pengungsian, Minggu (27/1), terdapat 230 anak yang mengikuti program tersebut dan tersebar di tiga titik yakni di SD Mangasa (150 anak), RPH Tamarunang sekitar (30 anak), dan BTN Bumi Batara Mawang sekitar (50 anak).
Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Anak Dinsos Gowa, Asrianty menyatakan trauma healing dilakukan untuk menghilangkan trauma pada anak terkait bencana. Tidak hanya itu kegiatan ini juga untuk menanamkan kepercayaan diri yang sempat hilang.
"Setelah bencana pasti anak anak trauma untuk balik ke rumah, apalagi dengar hujan sedikit pasti ketakutan, makanya kita adakan ini supaya anakanak bisa menghilangkan traumanya, apalagi kita ada pembelajaran Parenting atau mengajarkan anak tanggap bencana," katanya.
Ia mengatakan pihaknya juga bekerjasama dengan Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI) `Sikamaseang` Kabupaten Gowa, Psikolog UNM, Lembaga Indonesia Mengabdi, Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dari Kemensos RI untuk memberikan pembelajaran mengenai pemeulihan trauma pada anak.
"Jadi inilah yang membawa materi terhadap anak-anak, mulai dari berdongeng, bercerita, mewarnai bahkan ada reward yang diberikan supaya anak bisa lebih semnagat lagi mengikuti trauma healing," jelas Asrianty.
Ia berharap, dengan adanya trauma healing tersebut para anak bisa memulihkan psikologinya, kepercayaan dirinya, dan tanggap bencana.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Naturalisasi pemain keturunan, trauma kolonialisasi, dan jalan rekonsiliasi
05 October 2024 11:35 WIB, 2024
WHO: Belasan ribu warga Gaza butuh direhabilitasi karena cedera parah
13 September 2024 11:55 WIB, 2024
PT Vale berikan layanan "trauma healing" bagi korban bencana di Luwu Sulsel
16 May 2024 6:03 WIB, 2024
Kemensos dan Dinsos Sulsel lakukan trauma healing di posko pengungsian Luwu
15 May 2024 20:55 WIB, 2024
Pemprov Sulsel beri bantuan pendampingan "trauma healing" bagi korban bencana
08 May 2024 21:56 WIB, 2024
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020