Menristekdikti uji coba kuliah `online` di tujuh PT
Senin, 4 Februari 2019 14:45 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir (Dok. Antaranews Sulsel)
Makassar (Antaranews Sulsel) - Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan pihaknya tengah melakukan uji coba sistem kuliah online atau pembelajaran secara daring (e-learning) di tujuh perguruan tinggi di Indonesia.
Menristekdikti Mohamad Nasir pada kuliah umum di Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin, mengatakan, beberapa lokasi uji coba itu masing-masing berada di perguruan tinggi di Yogyakarta, Manado (Sulut), Gorontalo, Pontianak, Banjarmasin (Kalsel) dan Banda Aceh.
"Jadi pada tanggal 2 Februari 2019 di Yogyakarta, sistem pembelajaran yang baru dimulai yakni kuliah online atau e-learning," katanya.
Dengan sistem perkuliahan daring ini, kata dia, maka mahasiswa tidak harus datang ke kota (kuliah di kampus), tidak harus kos, termasuk tidak harus meninggalkan pekerjaan namun tetap bisa menjalankan aktivitas perkuliahan.
Ia menjelaskan, sistem kuliah online seperti itu bukan hal yang baru di dunia. Sebab telah banyak Universitas kelas dunia yang menerapkan, di antaranya The Ohio State University (USA), University of Oregon (USA), dan Kings College London (Inggris).
Untuk itu, pihaknya mengaku optimistis apa yang dilakukan dapat memberikan efek yang positif khususnya dalam meningkatkan potensi dunia pendidikan di Tanah Air.
Menristekdikti juga percaya mahasiswa Indonesia sudah tidak asing dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat belakangan ini. Hal itu dinilai akan membuat mahasiswa lebih paham dan mengerti penggunaan e-learning atau sistem kuliah daring. "Jika itu berjalan maka kedepan satu dosen 1.000 mahasiswa harus kita wujudkan. Negera-negara maju telah menjalankan itu," ujarnya.
Menristekdikti Mohamad Nasir pada kuliah umum di Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin, mengatakan, beberapa lokasi uji coba itu masing-masing berada di perguruan tinggi di Yogyakarta, Manado (Sulut), Gorontalo, Pontianak, Banjarmasin (Kalsel) dan Banda Aceh.
"Jadi pada tanggal 2 Februari 2019 di Yogyakarta, sistem pembelajaran yang baru dimulai yakni kuliah online atau e-learning," katanya.
Dengan sistem perkuliahan daring ini, kata dia, maka mahasiswa tidak harus datang ke kota (kuliah di kampus), tidak harus kos, termasuk tidak harus meninggalkan pekerjaan namun tetap bisa menjalankan aktivitas perkuliahan.
Ia menjelaskan, sistem kuliah online seperti itu bukan hal yang baru di dunia. Sebab telah banyak Universitas kelas dunia yang menerapkan, di antaranya The Ohio State University (USA), University of Oregon (USA), dan Kings College London (Inggris).
Untuk itu, pihaknya mengaku optimistis apa yang dilakukan dapat memberikan efek yang positif khususnya dalam meningkatkan potensi dunia pendidikan di Tanah Air.
Menristekdikti juga percaya mahasiswa Indonesia sudah tidak asing dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat belakangan ini. Hal itu dinilai akan membuat mahasiswa lebih paham dan mengerti penggunaan e-learning atau sistem kuliah daring. "Jika itu berjalan maka kedepan satu dosen 1.000 mahasiswa harus kita wujudkan. Negera-negara maju telah menjalankan itu," ujarnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Yusril heran fenomena masyarakat lebih pilih lapor Damkar dibanding polisi
24 November 2025 19:37 WIB
Menko Yusril paparkan pembaharuan hukum di hadapan mahasiswa UMI Makassar
24 November 2025 14:56 WIB
Mentan tekankan inovasi dan teknologi tingkatkan produktivitas pertanian
26 September 2025 22:32 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Konsorsium Internasional Pendidikan Tanggap Bencana libatkan Universitas Hasanuddin
15 January 2020 10:48 WIB, 2020
Dirjen Pendis : Mutu pendidikan Indonesia diharapkan keluar dari peringkat 72
17 December 2019 5:06 WIB, 2019