Makassar kampanyekan bahaya mikroplastik di hari kanker sedunia
Jumat, 8 Februari 2019 21:08 WIB
Arsip. Relawan dari Invest Co-op Indonesia memungut sampah saat melakukan Aksi Pantai Kami Bersih di Pantai Ujung Baji, Takalar, Sulawesi Selatan, Sabtu (2/2/2019). Aksi bersih pantai tersebut untuk memberi pendidikan tentang manfaat laut yang bersih kepada masyarakat pesisir khususnya laut bersih dari sampah pelastik. ANTARA FOTO/Yusran Uccang
Makassar (Antaranews Sulsel) - Penyelenggara Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day di pusatkan di Makassar selama dua hari dan akan menggelar berbagai kegiatan yang salah satunya adalah kampanye bahaya mikroplastik.
"Untuk peringatan hari kanker sedunia ini selalu kita laksanakan setiap tahunnya dan biasanya selalu terpusat di Jakarta. Tapi tahun ini, kegiatan akan di pusatkan di Makassar," ujar Ketua pelaksana Prof Dr dr Syahrul Rauf,Sp.OG(K) di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan peringatan hari kanker sedunia jatuh pada 4 Februari. Namun, peringatan ini baru digelar pada 9-10 Februari di Makassar dengan menggelar seminar dan simposium.
Syahrul menyatakan untuk seminar dan simposium, tema yang diangkatnya yakni "Pencemaran limbah mikroplastik dan bahaya kanker di Indonesia".
Menurut dia, fokus pada tema yang diangkatnya lebih kepada besarnya sumbangsih mikroplastik ini terhadap penderita kanker sangat besar. Walaupun dirinya mengaku tidak memiliki data yang cukup.
"Kalau berbicara data-data dan persentase penyumbang kanker itu disebabkan oleh faktor genetik, faktor sporadik maupun faktor lainnya. Bahaya mikroplastik juga cukup besar di era sekarang ini, makanya kami fokus pada kampanye ini," katanya.
Dia menyebutkan data Globocan 2018, sebanyak 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia terserang kanker. Angka kematian karena kanker juga diperkirakan menimpa 1 dari 8 laki-laki dan 1 dari 11 perempuan di seluruh dunia.
Prevalensi penyakit kanker di Indonesia cukup tinggi. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi kanker di Indonesia mencapai 1,4 dari 1000 atau sekitar 347 ribu orang.
"Untuk peringatan hari kanker sedunia ini selalu kita laksanakan setiap tahunnya dan biasanya selalu terpusat di Jakarta. Tapi tahun ini, kegiatan akan di pusatkan di Makassar," ujar Ketua pelaksana Prof Dr dr Syahrul Rauf,Sp.OG(K) di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan peringatan hari kanker sedunia jatuh pada 4 Februari. Namun, peringatan ini baru digelar pada 9-10 Februari di Makassar dengan menggelar seminar dan simposium.
Syahrul menyatakan untuk seminar dan simposium, tema yang diangkatnya yakni "Pencemaran limbah mikroplastik dan bahaya kanker di Indonesia".
Menurut dia, fokus pada tema yang diangkatnya lebih kepada besarnya sumbangsih mikroplastik ini terhadap penderita kanker sangat besar. Walaupun dirinya mengaku tidak memiliki data yang cukup.
"Kalau berbicara data-data dan persentase penyumbang kanker itu disebabkan oleh faktor genetik, faktor sporadik maupun faktor lainnya. Bahaya mikroplastik juga cukup besar di era sekarang ini, makanya kami fokus pada kampanye ini," katanya.
Dia menyebutkan data Globocan 2018, sebanyak 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia terserang kanker. Angka kematian karena kanker juga diperkirakan menimpa 1 dari 8 laki-laki dan 1 dari 11 perempuan di seluruh dunia.
Prevalensi penyakit kanker di Indonesia cukup tinggi. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi kanker di Indonesia mencapai 1,4 dari 1000 atau sekitar 347 ribu orang.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020