RSKD Dadi target raih akreditasi Maret 2019
Kamis, 14 Februari 2019 22:30 WIB
Suasana Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi di Makassar, Sulawesi Selatan. FOTO/Istimewa
Makassar, (Antaranews Sulsel) - Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Provinsi Sulsel Dadi (Stroke Center) menargetkan meraih akreditasi rumah sakit bintang 3 atau 4 pada Maret 2019.
"Untuk mencapai target tersebut, kami tengah menggenjot pembenahan untuk sertifikasi RS pada Maret 2019. Ini merupakan kali pertama sertifikasi sejak rumah sakit ini dibangun," kata Pelaksana Tugas(Plt) RSKD Dadi, Dr Arman Bausat di Makassar, Kamis.
Dalam mencapai target itu, lanjut dia tentu dengan berbagai perbaikan dan pembenahan yang dilakukan utamanya dalam segi pelayanan.
"Saya tidak mau terlalu berfikir untuk capai paripurna dulu, targetku bintang 3 atau 4 saja, tidak usah bintang 5," tambahnya.
Berdasarkan pengalamannya, Dr Arman mengakui untuk mencapai bintang 5 cukuplah sulit, meski ia telah berhasil mencapai akreditasi tersebut saat menjabat sebagai Direktur RS Haji.
Alasannya, lahan rumah sakit yang begitu luas dianggap masih membutuhkan banyak pembenahan.
Kendati demikian, upaya mencapai akreditasi sudah mulai digenjot dengan memenuhi segala persyaratan yang ada mislanya perbaikan managemen, Pokja-pokja siapkan dokumentasi, SOP, penataan gedung, serta tata letak ruang.
"Sebab tata letak RS ini sebenarnya tidak memenuhi standar,tapi inikan sudah 10 tahun yang lalu," katanya.
Rencananya, rapat untuk merampungkan dokumen-dokumen prasyarat sertfikasi RS akan segera dirampungkan, setelahnya akan dilanjut dengan pelatihan-pelatihan.
Penyegaran Sumber Daya Manusia (SDM ) sebenarnya telah dilakukan, hanya saja kata Arman perlu diulang-ulang sebab waktu akreditasi Maret nanti tidak lama lagi, sehingga tatkala sudah waktunya maka para SDM yang ada akan jauh lebih siap.
"Untuk mencapai target tersebut, kami tengah menggenjot pembenahan untuk sertifikasi RS pada Maret 2019. Ini merupakan kali pertama sertifikasi sejak rumah sakit ini dibangun," kata Pelaksana Tugas(Plt) RSKD Dadi, Dr Arman Bausat di Makassar, Kamis.
Dalam mencapai target itu, lanjut dia tentu dengan berbagai perbaikan dan pembenahan yang dilakukan utamanya dalam segi pelayanan.
"Saya tidak mau terlalu berfikir untuk capai paripurna dulu, targetku bintang 3 atau 4 saja, tidak usah bintang 5," tambahnya.
Berdasarkan pengalamannya, Dr Arman mengakui untuk mencapai bintang 5 cukuplah sulit, meski ia telah berhasil mencapai akreditasi tersebut saat menjabat sebagai Direktur RS Haji.
Alasannya, lahan rumah sakit yang begitu luas dianggap masih membutuhkan banyak pembenahan.
Kendati demikian, upaya mencapai akreditasi sudah mulai digenjot dengan memenuhi segala persyaratan yang ada mislanya perbaikan managemen, Pokja-pokja siapkan dokumentasi, SOP, penataan gedung, serta tata letak ruang.
"Sebab tata letak RS ini sebenarnya tidak memenuhi standar,tapi inikan sudah 10 tahun yang lalu," katanya.
Rencananya, rapat untuk merampungkan dokumen-dokumen prasyarat sertfikasi RS akan segera dirampungkan, setelahnya akan dilanjut dengan pelatihan-pelatihan.
Penyegaran Sumber Daya Manusia (SDM ) sebenarnya telah dilakukan, hanya saja kata Arman perlu diulang-ulang sebab waktu akreditasi Maret nanti tidak lama lagi, sehingga tatkala sudah waktunya maka para SDM yang ada akan jauh lebih siap.
Pewarta : Suriani Mappong & NS Wardyah
Editor : M Darwin Fatir
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ratusan warga manfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis di RSKD Dadi Makassar
03 October 2025 20:29 WIB
Dua perawat RSKD Makassar diduga bunuh ODGJ terancam penjara lima tahun
22 October 2024 16:06 WIB, 2024
Perempuan ODGJ pelaku penganiayaan ibunya di Makassar ditangani RS Jiwa
26 September 2024 0:30 WIB, 2024
Psikiater: Dukungan keluarga sangat penting mencegah depresi caleg gagal
19 February 2024 20:16 WIB, 2024
Polda Sulsel sebut terpidana di Lapas Takalar meninggal dunia karena sakit
21 December 2023 20:27 WIB, 2023
RSKD Dadi Sulsel hadirkan scan retina permudah informasi pasien ODGJ
03 November 2023 9:53 WIB, 2023
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020