Dorong Sektor Riil
Kamis, 18 Februari 2010 11:44 WIB
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap Bank Sulsel Cabang Bantaeng bisa mendorong sektor riil agar sendi perekonomian tidak rusak.
Sekadar gambaran, masyarakat selama ini banyak yang terjerat rentenir. Karena itu, Bank Sulsel diharap bisa membiayai usaha kecil untuk mengikis prakter rentenir tersebut, kata Bupati Nurdin Abdullah di Bantaeng, Rabu.
Bupati juga memberi gambaran kondisi masyarakat pesisir yang memiliki potensi rumput laut, namun mereka tidak pernah menikmati hasilnya. Kondisi itu juga berpengaruh terhadpa kualitas produksi rumput laut karena akibat kebutuhan dana, maka rumput laut dipanen sebelum waktunya.
Bila bank membantu modal usaha, Bupati optimistis persoalan tersebut akan selesai, terlebih kini di desa sudah hadir Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang akan menangani produksi petani mulai dari pra hingga pasca panennya.
Sektor lain yang memerlukan sentuhan modal perbankan, tambah Bupati Bantaeng adalah penyerapan gabah petani. Pada 2009 semua pedagang gabah memerlukan modal besar. Bila semula kreditnya hanya Rp200 juta, maka pada produksi padi hasil Legowo-21 kredit yang dibutuhkan mencapai miliaran rupiah, tambahnya.
Direktur Utama Bank Sulsel Ellong Tjandra mengatakan kinerja Bank Sulsel Cabang Bantaeng cukup baik ditandai peraihan laba sebesar Rp12,4 miliar sehingga total asset bank milik Pemda se Sulsel ini mencapai Rp119 miliar pada posisi Desember 2009.
Ia berharap, kinerja yang sudah baik itu ditingkatkan untuk mendorong ekonomi di daerah Bantaeng dan Bank Sulsel di Bantaeng tetap menjalin hubungan harmonis dengan Pemda yang juga sebagai pemegang saham. (T.KR-RY/F003)
Sekadar gambaran, masyarakat selama ini banyak yang terjerat rentenir. Karena itu, Bank Sulsel diharap bisa membiayai usaha kecil untuk mengikis prakter rentenir tersebut, kata Bupati Nurdin Abdullah di Bantaeng, Rabu.
Bupati juga memberi gambaran kondisi masyarakat pesisir yang memiliki potensi rumput laut, namun mereka tidak pernah menikmati hasilnya. Kondisi itu juga berpengaruh terhadpa kualitas produksi rumput laut karena akibat kebutuhan dana, maka rumput laut dipanen sebelum waktunya.
Bila bank membantu modal usaha, Bupati optimistis persoalan tersebut akan selesai, terlebih kini di desa sudah hadir Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang akan menangani produksi petani mulai dari pra hingga pasca panennya.
Sektor lain yang memerlukan sentuhan modal perbankan, tambah Bupati Bantaeng adalah penyerapan gabah petani. Pada 2009 semua pedagang gabah memerlukan modal besar. Bila semula kreditnya hanya Rp200 juta, maka pada produksi padi hasil Legowo-21 kredit yang dibutuhkan mencapai miliaran rupiah, tambahnya.
Direktur Utama Bank Sulsel Ellong Tjandra mengatakan kinerja Bank Sulsel Cabang Bantaeng cukup baik ditandai peraihan laba sebesar Rp12,4 miliar sehingga total asset bank milik Pemda se Sulsel ini mencapai Rp119 miliar pada posisi Desember 2009.
Ia berharap, kinerja yang sudah baik itu ditingkatkan untuk mendorong ekonomi di daerah Bantaeng dan Bank Sulsel di Bantaeng tetap menjalin hubungan harmonis dengan Pemda yang juga sebagai pemegang saham. (T.KR-RY/F003)
Pewarta :
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK memeriksa enam saksi untuk mendalami proses audit keuangan oleh BPK Sulsel
24 July 2022 10:00 WIB, 2022
KPK amankan dokumen laporan keuangan saat geledah kantor Dinas PUTR dan BPK Sulsel
22 July 2022 18:11 WIB, 2022
KPK sidik kasus dugaan suap terkait Laporan Keuangan Pemprov Sulsel TA 2020
22 July 2022 13:22 WIB, 2022
DPRD umumkan pengangkatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel defenitif
24 January 2022 19:14 WIB, 2022
Nurdin Abdullah tak ajukan banding terhadap putusan vonis PN Tipikor Makassar
06 December 2021 20:42 WIB, 2021
Pakar sebut Parpol kesulitan tentukan kandidat wakil gubernur Sulsel
02 December 2021 20:03 WIB, 2021