Makassar (ANTARA News) - Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Daerah (Balitbangda) Makassar, membuka penerimaan proposal bagi siapa saja yang ingin melakukan penelitian tentang ajaran menyimpang.

"Kebijakan ini kami lakukan untuk mengantisipasi munculnya ajaran-ajaran yang dianggap menyimpang dan sesat di tengah masyarakat," jelas Kepala Balitbangda Makassar Abdul Kadir Massoeang di Makassar, Sabtu.

Penelitian dilakukan untuk mengetahui latar belakang, tokoh pendiri dan inti ajaran yang disebarluaskan kepada masyarakat.

"Contoh yang telah terjadi di Makassar adalah ajaran 'Paruru', munculnya Nabi Khaidir di Mamuju, Sulbar dan ajaran 'mummi' di Kalimantan Timur," jelasnya.

Menurutnya, penelitian dan karya tulis tentang ajaran "Paruru" telah selesai sementara Nabi Khaidir sementara dalam proses penulisan.

Pihaknya akan memberikan dukungan dana kepada yang berminat melakukan penelitian dan diberi waktu satu bulan untuk penelitian dan mengerjakan karya tulisnya.

Hasil penelitian bidang keagamaan dan perubahan sosial akan dikembangkan pada lokakarya bersama hasil penelitian lainnya di bidang pendidikan dan bidang keilmuan.

Lokakarya yang digelar antara lain pengembangan muatan lokal di pesantren dan madrasah, penelitian naskah dan keilmuan yang akan diselenggarakan sepanjang 2010 ini.

Selain di wilayah kerjanya, lokakarya juga digelar di Palu, Sulteng, Ambon, Maluku yang dikerjasamakan dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama setempat.

Lokakarya tersebut juga dikerjasamakan dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk mengembangkan profesionalisme guru dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyaluran karya tulis sebagai syarat untuk kenaikan pangkat. (T.KR-RY/F003)