Menag titipkan tiga hal kepada guru PAI
Kamis, 10 Oktober 2019 18:10 WIB
Menag Lukman Hakim Saifuddin pada acara pembukaan Pentas Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PAI) Nasional ke IX di Asrama Haji Sudiang Makassar, Kamis, (10/10). ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel
Makassar (ANTARA) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menitipkan tiga hal yang harus dicermati para guru Pendidikan Agama Islam agar proses pembelajaran semakin maksimal ke depan.
Menag Lukman Hakim Saifuddin di Makassar, Kamis, mengatakan tiga poin penting yang harus diperhatikan itu yakni perlunya memperkuat koordinasi dalam pengelolaan Pendidikan Agama Islam di sekolah.
"PAI itu sesungguhnya melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan jadi tidak hanya dikelola oleh Kementerian Agama saja," katanya saat membuka Pentas Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PAI) Nasional ke IX di Asrama Haji Sudiang Makassar hari ini.
Ia menjelaskan, meskipun urusan agama merupakan tanggung jawab Kementerian Agama, namun untuk sekolah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah baik dalam hal ini Pemprov ataupun pemkab dan Pemkot.
"Maka mengharuskan koordinasi sehingga saling terkoneksi sehingga kesejahteraan guru dan pembelajaran PAI semakin meningkat kualifikasi," jelasnya.
Kedua yakni seiring terbitnya sistem perbukuan berdasarkan UU no 3 tahun 2017, Kemenag dipercaya membuat buku teks pendukung agama Islam.
Ia berharap siapkan buku sebaik mungkin dalam arti para guru PAI harus menguasai isi sebaik-baiknya.
"Ada 12 buku PAI yang sedang diuji publik dan dipersiapkan untuk dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan oleh Kemenag dalam waktu dekat ini agar bisa kita tuntaskan.Buatlah materi yang mudah dipahami," ujarnya.
Dengan hadirnya buku-buku baru itu nanti diharapkan aspek beragama dan diintegrasikan dengan wawasan beragama sehingga generasi milenial, selain memahami agama yang benar dan selamat juga juga melek teknologi yang terus berkembang.
Ketiga, kata dia, tata kembali kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di sekolah agar lebih efektif meningkatkan pengetahuan untuk menjaga kesadaran anak didik.
Menurut dia, tiga jam pelajaran agama belum mampu dalam memaksimalkan pembentukan pribadi muslim yang beriman.
Pembentukan pribadi muslim bisa dilalui dengan kegiatan ekstrakurikuler seperti kegiatan rohani Islam untuk memperkaya pengetahuan.
"Peranan guru PAI dan pengawasan kepala sekolah begitu penting dalam rohis. Juga perkaya kegiatan keagamaan dalam berbagai kompetisi baik skala lokal, nasional dan regional," sebut dia.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pihaknya terus fokus dan berkomitmen dalam membentuk pribadi yang beriman di kalangan remaja.
"Kami juga sudah mengambil kebijakan agar para hafidz yang memiliki hafalan minimal 10 juz, bebas memilih SMA-SMK di Sulawesi Selatan," ujarnya.***3***
Menag Lukman Hakim Saifuddin di Makassar, Kamis, mengatakan tiga poin penting yang harus diperhatikan itu yakni perlunya memperkuat koordinasi dalam pengelolaan Pendidikan Agama Islam di sekolah.
"PAI itu sesungguhnya melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan jadi tidak hanya dikelola oleh Kementerian Agama saja," katanya saat membuka Pentas Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PAI) Nasional ke IX di Asrama Haji Sudiang Makassar hari ini.
Ia menjelaskan, meskipun urusan agama merupakan tanggung jawab Kementerian Agama, namun untuk sekolah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah baik dalam hal ini Pemprov ataupun pemkab dan Pemkot.
"Maka mengharuskan koordinasi sehingga saling terkoneksi sehingga kesejahteraan guru dan pembelajaran PAI semakin meningkat kualifikasi," jelasnya.
Kedua yakni seiring terbitnya sistem perbukuan berdasarkan UU no 3 tahun 2017, Kemenag dipercaya membuat buku teks pendukung agama Islam.
Ia berharap siapkan buku sebaik mungkin dalam arti para guru PAI harus menguasai isi sebaik-baiknya.
"Ada 12 buku PAI yang sedang diuji publik dan dipersiapkan untuk dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan oleh Kemenag dalam waktu dekat ini agar bisa kita tuntaskan.Buatlah materi yang mudah dipahami," ujarnya.
Dengan hadirnya buku-buku baru itu nanti diharapkan aspek beragama dan diintegrasikan dengan wawasan beragama sehingga generasi milenial, selain memahami agama yang benar dan selamat juga juga melek teknologi yang terus berkembang.
Ketiga, kata dia, tata kembali kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di sekolah agar lebih efektif meningkatkan pengetahuan untuk menjaga kesadaran anak didik.
Menurut dia, tiga jam pelajaran agama belum mampu dalam memaksimalkan pembentukan pribadi muslim yang beriman.
Pembentukan pribadi muslim bisa dilalui dengan kegiatan ekstrakurikuler seperti kegiatan rohani Islam untuk memperkaya pengetahuan.
"Peranan guru PAI dan pengawasan kepala sekolah begitu penting dalam rohis. Juga perkaya kegiatan keagamaan dalam berbagai kompetisi baik skala lokal, nasional dan regional," sebut dia.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pihaknya terus fokus dan berkomitmen dalam membentuk pribadi yang beriman di kalangan remaja.
"Kami juga sudah mengambil kebijakan agar para hafidz yang memiliki hafalan minimal 10 juz, bebas memilih SMA-SMK di Sulawesi Selatan," ujarnya.***3***
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Atalia dan Ridwan Kamil tak hadiri sidang cerai perdana di Pengadilan Agama Bandung
17 December 2025 11:40 WIB
Menteri Agama siapkan forum memperkuat konsep solusi perdamaian di Gaza Palestina
17 November 2025 14:20 WIB
Pemprov Sulbar tingkatkan kapasitas tokoh agama bangun harmonisasi sosial
13 November 2025 21:17 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Konsorsium Internasional Pendidikan Tanggap Bencana libatkan Universitas Hasanuddin
15 January 2020 10:48 WIB, 2020
Dirjen Pendis : Mutu pendidikan Indonesia diharapkan keluar dari peringkat 72
17 December 2019 5:06 WIB, 2019