Bupati Lutim minta dibentuk tim pengawas pasca panen
Jumat, 18 Oktober 2019 14:29 WIB
Bupati Luwu Timur HM Thoriq Husler (kanan) pada upacara Hari Kesadaran Nasional ( HKN) lingkup Kabupaten Lutim di halaman Kantor Bupati Lutim, Malili, Kamis (17/10/2019). ANTARA/HO-Diskominfo Lutim
Malili (ANTARA) - Bupati Luwu Timur (Lutim) HM Thoriq Husler meminta Dinas Pertanian Lutim membentuk tim pengawas pasca panen untuk memaksimalkan pengawasan kegiatan panen petani.
"Pengalaman-pengalaman lalu harga dimainkan, terjadi perbedaan harga antara wilayah satu dengan lainnya. Karena itu saya minta adazb keseragaman harga jual untuk gabah," kata Husler pada upacara Hari Kesadaran Nasional ( HKN) di halaman Kantor Bupati Lutim, Malili, Kamis (17/10).
Bupati mengatakan selama ini petani selalu mengeluh karena mereka dirugikan. Oleh karena itu ia menginstruksikan dinas terkait agar melakukan rapat bersama baik dinas pertanian, gapoktan dan para pengusaha serta melibatkan koramil dalam hal pengawasan.
Husler menambahkan, selain permainan harga, petani juga dirugikan dalam hal timbangan, banyak pengusaha yang kedapatan melakukan timbangan pada malam hari
"Apalagi kalau timbang gabah malam hari, petani sangat rawan dimainkan, disebut 70 Kg padahal 90 kg misalnya, Ini harus diawasi. Kita semua harus tegas penimbangan gabah tidak boleh lewat jam enam sore," tegas Husler seraya meminta dinas Perdagangan Koperasi dan UKM bersama Satpol PP untuk memantau langsung timbangan.
"Pengalaman-pengalaman lalu harga dimainkan, terjadi perbedaan harga antara wilayah satu dengan lainnya. Karena itu saya minta adazb keseragaman harga jual untuk gabah," kata Husler pada upacara Hari Kesadaran Nasional ( HKN) di halaman Kantor Bupati Lutim, Malili, Kamis (17/10).
Bupati mengatakan selama ini petani selalu mengeluh karena mereka dirugikan. Oleh karena itu ia menginstruksikan dinas terkait agar melakukan rapat bersama baik dinas pertanian, gapoktan dan para pengusaha serta melibatkan koramil dalam hal pengawasan.
Husler menambahkan, selain permainan harga, petani juga dirugikan dalam hal timbangan, banyak pengusaha yang kedapatan melakukan timbangan pada malam hari
"Apalagi kalau timbang gabah malam hari, petani sangat rawan dimainkan, disebut 70 Kg padahal 90 kg misalnya, Ini harus diawasi. Kita semua harus tegas penimbangan gabah tidak boleh lewat jam enam sore," tegas Husler seraya meminta dinas Perdagangan Koperasi dan UKM bersama Satpol PP untuk memantau langsung timbangan.
Pewarta : Julius
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemendagri sebut Luwu Timur paling siap jalankan program MBG di wilayah 3T
29 October 2025 19:38 WIB
Bulog Palopo dan Polres Lutim tanam jagung serentak dukung swasembada pangan
08 October 2025 22:22 WIB
DPRD Sulsel soroti penanganan tumpahan minyak PT Vale yang merugikan warga Lutim
10 September 2025 18:36 WIB