Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pasar tradisional Lambocca di Kecamatan Pajukukang akan dikembangkan menjadi pasar moderen di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Pasar yang memiliki 108 lods itu akan ditata sehingga tidak lagi menjadi pasar Senin-Kamis seperti yang dilakukan selama ini.

Rencana pembangunan pasar moderen yang ditempati para pedagang berbagai kabupaten, terutama Jeneponto, Bulukumba, Sinjai, dan Bantaeng itu, ditinjau Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah, Selasa.

Bupati bersama Kepala Dinas PU Arsyad Borahima, Kadis Perindagtamben Abd Gani, Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Abd Rasyid, Kepala Kesbang Yunus Yusuf, Camat Pa?jukukang Ahmad Salam dan unsur terkait lainnya melihat langsung kondisi pasar yang sudah terlihat kumuh.

Pasar yang dibangun pada tahun 1982 tersebut selama ini juga menjadi penyebab kemacetan arus lalulintas sebab terletak di jalan poros Bantaeng-Bulukumba.

Karena itu, melalui pembangunan yang dijadwalkan segera dilakukan itu, pasar Lambocca diharapkan menjadi pasar yang representatif di bagian selatan Sulsel.

Bupati mengatakan, pasar moderen Lambocca akan dilengkapi berbagai fasilitas, termasuk pasar grosir. Ini penting untuk memudahkan masyarakat berbelanja.

"Kita kekurangan tempat yang representatif untuk belanja. Dengan posisi yang strategis terletak di tengah Kota Bantaeng dan pemandangan laut di bagian belakang serta pemandangan pegunungan di bagian depan, Lambocca diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru," urainya.

Menyinggung dana pembangunan pasar tersebut, Bupati mengatakan, pembangunan pasar tersebut diprogramkan menghabiskan anggaran APBN Rp20 miliar.

Dari jumlah tersebut, setengahnya sudah pasti. "Kita berharap tambahan Rp10 miliar lagi dari APBN agar pasar Lambocca benar-benar menjadi tempat belanja yang baik di bagian selatan Sulsel," ujarnya.

Ia kemudian berharap kepada semua pihak terkait, terutama Dinas Perindagtamben agar segera melakukan sosialisasi, terutama terhadap pedagang agar semua terakomodir di dalam pasar tersebut. "Segera lakukan sosialisasi agar semua pedagang terakomodir," pintanya.
(T.KR-AAT/M012)