Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Mengantisipasi produksi pertanian dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, kini Pemda melalui Dinas Pertanian mengembangkan Pasar Tani.

Pengembangan pasar bekerjasama Kelompok Tani (Gapoktan)  menampilkan berbagai produk hasil pertanian dan peternakan seperti sayuran, buah-buahan, tanaman hias, telur dan hasil olahannya, termasuk kompos aktif sekaligus mendekatkan masyarakat memperoleh produk dari petani dan peternak.

Sebagai tanda dimulainya Pasar Tani tersebut, Bupati Bantaeng HM,  Nurdin Abdullah bersama Ketua Tim Penggerak PKK Hj Lies F Nurdin  meresmikan dimulainya pusat transaksi hasil pertanian itu, di Bantaeng, Jumat.

Peresmian Pasar Tani yang berlokasi di halaman Cold Storage Dinas Pertanian tersebut dihadiri Kadis Pertanian Sulsel, Kadis Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bantaeng Syamsu Alam, Kadis Perindagtamben Abd Gani, Kadis Koperasi dan UKM Bachtiar Karim, Kapolres AKBP Fery Handoko dan petinggi lainnya.

Bupati Nurdin Abdullah mengatakan, kehadiran pasar yang pada tahap awal akan dilakukan setiap Sabtu ini dimaksudkan memberi dukungan kepada petani yang berjumlah 74 persen penduduk Kabupaten Bantaeng.

Bupati berharap, kehadiran pasar ini selain memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan sayur mayur dan hasil produksi olahannya, juga akan membuka kesempatan untuk pengembangan usaha tani.

"Kita harus bisa memberi gambaran kepada masyarakat bahwa produksi saja tidak cukup tetapi harus diolah agar ada nilai tambah, seperti jagung dan wortel yang sudah dibuat dalam bentuk kerupuk kemasan," urainya.

Bupati juga berharap kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar dapat mendukung produksi petani tersebut, baik peningkatan produksi maupun kemasan dan pemasarannya sehingga memenuhi standar kualitas.

Bila hal itu bisa diwujudkan, Pasar Tani ini bisa ditingkatkan menjadi Pasar Komoditi yang secara bertahap menjawab kekhawatiran krisis pangan dunia, jelasnya.

Ini penting, sebab penguatan ketahanan pangan akan terbangun melalui keanekaragaman pangan, lanjut Bupati seraya mengemukakan pentingnya pengembangan usaha tani berbasis pupuk organik dan pertisida nabati.

Ia mengimbau Gapoktan untuk mengingatkan anggotanya  menghindari penggunaan pupuk kimia karena pupuk jenis itu akan merusak unsur hara pada tanah.

Selain produk pertanian, kini juga dikembangkan tanaman bunga yang memiliki prospek pasar yang baik. Kalau selama ini keburutuhan bunga di Makassar masih dipasok dari Jawa, kini Bantaeng juga sudah bisa memenuhi kebutuhan bunga kota Metropolitan Sulsel itu.

Komoditi lainnya yang memiliki prospek pasar yang baik adalah talas. Komoditi ini diminati pasar Jepang. Berapapun produksi talas akan diserap pasar Jepang. Komoditi ini juga sangat baik untuk kesehatan karena mengandung zat yang dapat mencegah kanker dan diabetes.

Karena itu, ucap bupati, bila masyarakat menjadikannya sebagai pangan alterntif, diharapkan tidak lagi banyak yang sakit.

Sebelumnya, Manager Pasar Tani Kabupaten Bantaeng, Lukman melaporkan delapan kelompok tani dari lima kecamatan yang terlibat dalam kegiatan ini. (T.KR-AAT/F003)