Ruang IC COVID-19 Sulsel dilengkapi fasilitas hotel bintang lima
Senin, 11 Mei 2020 11:52 WIB
Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin saat mengunjungi ruangan IC RS Sayang Rakyat usai persemian digelar di rumah sakit tersebut di Makassar, Senin (11/05/2020). ANTARA Foto/HO-Humas Pemprov Sulsel
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melengkapi ruangan Infection Center (IC) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat dengan fasilitas hotel bintang lima.
Ruangan itu diresmikan oleh Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah bersama Forkopimda Sulsel di RSUD Sayang Rakyat Makassar, Senin bersamaan dengan peresmian ruang IC di RSKD Dadi.
Kedua ruangan dari dua rumah sakit tersebut dipersiapkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang teridentifikasi COVID-19.
Gubernur Nurdin Abdullah menyampaikan masyarakat Sulsel tidak perlu khawatir dengan kualitas dan keadaan ruangan isolasi ini sebab sudah dilengkapi dengan fasilitas hotel berbintang lima.
"Masyarakat Sulsel nggak usah khawatir, kita mendapatkan satu ruang isolasi yang sangat representatif dan ini juga kita lihat dilengkapi dengan WIFI dan TV. Jadi nggak ada lagi alasan untuk tidak melakukan isolasi bagi masyarakat yang bermasalah, terutama yang ODP, OTG dan PDP," jelasnya.
Meski demikian, Nurdin Abdullah berharap dengan bertambahnya fasilitas khusus IC ini tidak digunakan bagi pasien COVID-19 karena Sulsel mengalami trend yang bagus tingkat kesembuhannya.
Sementara itu, Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Bidang Kesehatan, Prof. Dr. dr. Budu, Sp.M mengemukakan bahwa Sulsel memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni di bidang kesehatan.
Adapun SDM khusus rumah sakit IC adalah 10 dokter ahli paru, 15 dokter anastesi,10 dokter ahli gizi, 10 dokter labolatorium, 13 dokter analisis laboratorium dan dua dokter penyakit dalam beserta enam tim manajemen disaster.
Sementara untuk kebutuhan ventilator pada penanganan pasien COVID-19, RSUD Sayang Rakyat dibekali 10 ventilator dan RSKD Dadi Sulsel memiliki 12 ventilator.
"Kita sangat siap sekarang, apalagi dengan SDM kita sudah siap," kata Prof Budu.
Ruangan itu diresmikan oleh Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah bersama Forkopimda Sulsel di RSUD Sayang Rakyat Makassar, Senin bersamaan dengan peresmian ruang IC di RSKD Dadi.
Kedua ruangan dari dua rumah sakit tersebut dipersiapkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang teridentifikasi COVID-19.
Gubernur Nurdin Abdullah menyampaikan masyarakat Sulsel tidak perlu khawatir dengan kualitas dan keadaan ruangan isolasi ini sebab sudah dilengkapi dengan fasilitas hotel berbintang lima.
"Masyarakat Sulsel nggak usah khawatir, kita mendapatkan satu ruang isolasi yang sangat representatif dan ini juga kita lihat dilengkapi dengan WIFI dan TV. Jadi nggak ada lagi alasan untuk tidak melakukan isolasi bagi masyarakat yang bermasalah, terutama yang ODP, OTG dan PDP," jelasnya.
Meski demikian, Nurdin Abdullah berharap dengan bertambahnya fasilitas khusus IC ini tidak digunakan bagi pasien COVID-19 karena Sulsel mengalami trend yang bagus tingkat kesembuhannya.
Sementara itu, Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Bidang Kesehatan, Prof. Dr. dr. Budu, Sp.M mengemukakan bahwa Sulsel memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni di bidang kesehatan.
Adapun SDM khusus rumah sakit IC adalah 10 dokter ahli paru, 15 dokter anastesi,10 dokter ahli gizi, 10 dokter labolatorium, 13 dokter analisis laboratorium dan dua dokter penyakit dalam beserta enam tim manajemen disaster.
Sementara untuk kebutuhan ventilator pada penanganan pasien COVID-19, RSUD Sayang Rakyat dibekali 10 ventilator dan RSKD Dadi Sulsel memiliki 12 ventilator.
"Kita sangat siap sekarang, apalagi dengan SDM kita sudah siap," kata Prof Budu.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemendiktisaintek tetapkan UMI Makassar jadi pengelola KNB Scholarship 2026
29 January 2026 4:24 WIB
Menhut: Lestarikan keanekaragaman hayati dan kerajaan kupu-kupu TN Bantimurung Bulusaraung
28 January 2026 19:50 WIB
Munafri perkuat mobilitas perkotaan inklusif melalui Forum Indonesia on the Move
28 January 2026 17:13 WIB
Pemkot Makassar dan Balai Cipta Karya bahas hibah alat deteksi air JICA Jepang
28 January 2026 5:19 WIB