Program Harkulnas GoFood bantu maksimalkan omzet UMKM di Makassar
Jumat, 22 Mei 2020 20:18 WIB
harkulnas-infografik-UMKM. Infografik perkembangan pemesanan secara 'on line' atau daring pada masa pandemi COVID-19. ANTARA Foto/ HO/Humas GoJek
Makassar (ANTARA) - Program peringatan Hari Kuliner Nasional (Harkulnas) yang diikuti mitra GoFood membantu memaksimalkan omzet UMKM di Makassar, Sulawesi Selatan dengan jumlah pesanan dan omzet lebih tinggi 12 persen dibandingkan merchant di luar program.
Hal tersebut dikemukakan VP Regional Gojek Indonesia Bagian Timur, Anandita Danaatmadja di Makassar, Jumat.
Dia mengatakan, GoFood yang merupakan layanan pesan-antar makanan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara terus memaksimalkan pendapatan UMKM kuliner di tengah pandemi.
GoFood berhasil meningkatkan omzet 74.000 ribu mitra usaha melalui promo beragam kuliner favorit melalui Program Hari Kuliner Nasional (Harkulnas) GoFood yang berlangsung sekitar sebulan yakni 1 April - 5 Mei 2020.
Menurut Anandita, tidak dapat dipungkiri ada kecemasan terhadap keberlangsungan usaha kuliner lokal terus berlangsung terutama sejak diberlakukannya "physical distancing" atau jaga jarak.
“Namun jika dilihat dari jumlah transaksi di GoFood, kami justru melihat peningkatan dalam satu bulan terakhir karena, dengan semakin ketatnya aturan yang membatasi kontak sosial, terdapat perubahan perilaku konsumen yang sebelumnya memiliki banyak pilihan untuk makan di tempat makan (dine in), berubah melakukan pemesanan makan secara 'online' dari rumah," jelasnya.
Hal ini menyebabkan banyak mitra Gojek yang sebagian besar UMKM bisnisnya bergeser dari penjualan "offline" ke "online" sepenuhnya. Berbagai upaya untuk menciptakan 'demand' pun dilakukan, termasuk Harkulnas GoFood, untuk meningkatkan eksposur dan visibilitas mitra usaha agar menjaga kelangsungan pendapatan mitra merchant termasuk UMKM.
Selama Harkulnas, GoFood secara holistik turut meningkatkan penjualan harian merchant dengan cara mempromosikan UMKM lewat shuffle cards di aplikasi agar menjangkau lebih banyak pelanggan, termasuk memberikan promo ongkir pada pelanggan, mengurangi biaya operasional melalui voucher diskon
belanja bahan baku, serta meningkatkan efisiensi bisnis UMKM lewat fitur “Recommended Campaign” diaplikasi GoBiz.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan diketahui, kondisi perekonomian kini melambat, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan ekonomi Indonesia kuartal I hanya tumbuh sebesar 2,9 persen, atau cukup tergerus secara signifikan dari perkiraan pertumbuhan pada awalnya.
Hal tersebut dikemukakan VP Regional Gojek Indonesia Bagian Timur, Anandita Danaatmadja di Makassar, Jumat.
Dia mengatakan, GoFood yang merupakan layanan pesan-antar makanan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara terus memaksimalkan pendapatan UMKM kuliner di tengah pandemi.
GoFood berhasil meningkatkan omzet 74.000 ribu mitra usaha melalui promo beragam kuliner favorit melalui Program Hari Kuliner Nasional (Harkulnas) GoFood yang berlangsung sekitar sebulan yakni 1 April - 5 Mei 2020.
Menurut Anandita, tidak dapat dipungkiri ada kecemasan terhadap keberlangsungan usaha kuliner lokal terus berlangsung terutama sejak diberlakukannya "physical distancing" atau jaga jarak.
“Namun jika dilihat dari jumlah transaksi di GoFood, kami justru melihat peningkatan dalam satu bulan terakhir karena, dengan semakin ketatnya aturan yang membatasi kontak sosial, terdapat perubahan perilaku konsumen yang sebelumnya memiliki banyak pilihan untuk makan di tempat makan (dine in), berubah melakukan pemesanan makan secara 'online' dari rumah," jelasnya.
Hal ini menyebabkan banyak mitra Gojek yang sebagian besar UMKM bisnisnya bergeser dari penjualan "offline" ke "online" sepenuhnya. Berbagai upaya untuk menciptakan 'demand' pun dilakukan, termasuk Harkulnas GoFood, untuk meningkatkan eksposur dan visibilitas mitra usaha agar menjaga kelangsungan pendapatan mitra merchant termasuk UMKM.
Selama Harkulnas, GoFood secara holistik turut meningkatkan penjualan harian merchant dengan cara mempromosikan UMKM lewat shuffle cards di aplikasi agar menjangkau lebih banyak pelanggan, termasuk memberikan promo ongkir pada pelanggan, mengurangi biaya operasional melalui voucher diskon
belanja bahan baku, serta meningkatkan efisiensi bisnis UMKM lewat fitur “Recommended Campaign” diaplikasi GoBiz.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan diketahui, kondisi perekonomian kini melambat, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan ekonomi Indonesia kuartal I hanya tumbuh sebesar 2,9 persen, atau cukup tergerus secara signifikan dari perkiraan pertumbuhan pada awalnya.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sulsel dorong budaya hidup sehat melalui gerakan ASRI dan Anti Mager
08 February 2026 19:31 WIB
Pemkab Sidrap hadirkan TeknoFarm Sarprofest dorong produktivitas padi petani
06 February 2026 6:20 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemkot Makassar perketat pengawasan harga pangan jelang Ramadhan dan Imlek
14 February 2026 5:17 WIB