Program Pendidikan dan Kesehatan Gratis Perlu Dievaluasi
Rabu, 13 Oktober 2010 20:51 WIB
Makassar (ANTARA News) - Pihak Legislatif menilai program pendidikan dan kesehatan gratis di Sulawesi Selatan perlu dievaluasi, karena masih ditemukan masalah kemampuan daerah dalam merealisasikan program tersebut.
Anggota Komisi C DPRD Sulsel Buhari Kahar Muzakkar di Makassar, Rabu, mengatakan, kesimpulan itu diambil setelah dewan berkunjung ke Kabupaten Maros dan menerima laporan pemerintah kabupaten lainnya.
Dia mencontohkan, rancangan anggaran pendidikan gratis Maros sekitar Rp18 miliar, dimana Pemprov Sulsel menanggung Rp7,5 miliar sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menanggung Rp11 miliar lebih.
Namun berdasar data hasil reses dewan terungkap bahwa realisasi anggaran pemkab hanya mencapai Rp2 miliar, sehingga jika ditambahkan anggaran pemerintah provinsi (pemprov) total hanya Rp9 miliar.
"Kalau cuma Rp9 miliar, berarti realisasi anggaran pendidikan gratis di Maros hanya sekitar 50 persen," kata legislator asal PAN tersebut.
Menurutnya, situasi yang sama juga terjadi di sektor kesehatan. Dari Rp2 miliar anggaran kesehatan gratis yang harus ditanggung Pemkab Maros, realisasinya hanya Rp200 juta.
"Berdasar angka-angka itu, jelas Maros tidak mencapai target. Saya kira ini juga menjadi gambaran umum beberapa kabupaten lain di Sulsel, karena beberapa bulan lalu, Pemkab Bantaeng dan Bone juga mengeluhkan hal yang sama," ujarnya.
Untuk itu, lanjut Buhari, pihaknya menyarankan Pemprov Sulsel sebaiknya melakukan pembicaraan ulang dengan pihak kabupaten untuk melakukan restrukturisasi kebutuhan anggaran.
Jangan sampai jumlah anggaran yang ditetapkan dan disepakati justru lebih besar dari kebutuhan kabupaten yang sebenarnya dan memberatkan daerah.
"Bantaeng malah pernah mengatakan, jika mereka harus menanggung 60 persen dari total anggaran pendidikan dan kesehatan gratis, sama dengan menggunakan seluruh APBD daerah tersebut," ujarnya.
Dia juga mengatakan, jika situasi ini dibiarkan kemungkinan akan terjadi kabupaten memasukkan dana bantuan operasi sekolah (BOS) dari pemerintah pusat dalam anggaran tanggungan kabupaten, demi alasan pencapaian target. (T.KR-AAT/Z002)Â
Anggota Komisi C DPRD Sulsel Buhari Kahar Muzakkar di Makassar, Rabu, mengatakan, kesimpulan itu diambil setelah dewan berkunjung ke Kabupaten Maros dan menerima laporan pemerintah kabupaten lainnya.
Dia mencontohkan, rancangan anggaran pendidikan gratis Maros sekitar Rp18 miliar, dimana Pemprov Sulsel menanggung Rp7,5 miliar sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menanggung Rp11 miliar lebih.
Namun berdasar data hasil reses dewan terungkap bahwa realisasi anggaran pemkab hanya mencapai Rp2 miliar, sehingga jika ditambahkan anggaran pemerintah provinsi (pemprov) total hanya Rp9 miliar.
"Kalau cuma Rp9 miliar, berarti realisasi anggaran pendidikan gratis di Maros hanya sekitar 50 persen," kata legislator asal PAN tersebut.
Menurutnya, situasi yang sama juga terjadi di sektor kesehatan. Dari Rp2 miliar anggaran kesehatan gratis yang harus ditanggung Pemkab Maros, realisasinya hanya Rp200 juta.
"Berdasar angka-angka itu, jelas Maros tidak mencapai target. Saya kira ini juga menjadi gambaran umum beberapa kabupaten lain di Sulsel, karena beberapa bulan lalu, Pemkab Bantaeng dan Bone juga mengeluhkan hal yang sama," ujarnya.
Untuk itu, lanjut Buhari, pihaknya menyarankan Pemprov Sulsel sebaiknya melakukan pembicaraan ulang dengan pihak kabupaten untuk melakukan restrukturisasi kebutuhan anggaran.
Jangan sampai jumlah anggaran yang ditetapkan dan disepakati justru lebih besar dari kebutuhan kabupaten yang sebenarnya dan memberatkan daerah.
"Bantaeng malah pernah mengatakan, jika mereka harus menanggung 60 persen dari total anggaran pendidikan dan kesehatan gratis, sama dengan menggunakan seluruh APBD daerah tersebut," ujarnya.
Dia juga mengatakan, jika situasi ini dibiarkan kemungkinan akan terjadi kabupaten memasukkan dana bantuan operasi sekolah (BOS) dari pemerintah pusat dalam anggaran tanggungan kabupaten, demi alasan pencapaian target. (T.KR-AAT/Z002)Â
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hakim MK menegaskan pentingnya pendidikan dasar gratis di sekolah swasta
30 June 2025 13:40 WIB, 2025
Putusan MK yang gratiskan pendidikan SD dan SMP, ini tanggapan Kemendagri
29 May 2025 18:41 WIB, 2025
MK: Pendidikan dasar gratis di sekolah negeri maupun swasta diterapkan bertahap
27 May 2025 18:48 WIB, 2025
Disdikbud Sulbar uji coba program Makan Bergizi Gratis di SMAN 2 Mamuju
05 December 2024 14:06 WIB, 2024
RSGMP Unhas gelar pemeriksaan gigi gratis di Hari Disabilitas Internasional
03 December 2024 19:48 WIB, 2024
Presiden Prabowo di KTT G20 Brazil sebut alokasi terbesar APBN pada pendidikan
19 November 2024 13:58 WIB, 2024
Bupati Gowa mengajak Kemenag sinkronkan program pendidikan dengan PMA
01 October 2024 15:27 WIB, 2024
P2G minta program makan siang gratis tidak menggunakan anggaran pendidikan
03 March 2024 10:47 WIB, 2024
Ganjar Pranowo sebut Jokowi ingin SMKN Jateng jadi percontohan nasional
31 August 2023 8:01 WIB, 2023