Makassar (ANTARA News) - Sebagian besar petani di Provinsi Sulawesi Selatan masih membutuhkan fasilitas pengering dan penampung padi yang telah diproduksi.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, Lutfi Halide, di Makassar, Senin, mengatakan, fasilitas ini merupakan kebutuhan yang sangat di tengah kondisi curah hujan yang cukup tinggi.

Keberadaan alat pengering dan penampung padi ini berkaitan erat dengan uaya peningkatan mutu produksi petani.

Menurut dia, minimnya keberadaan fasilitas pengering dan penampung yang dimiliki petani mengakibatkan mutu beras yang dihasilkan rendah, sehingga harga jualnya anjlok.

"Jika tidak ada fasilitas pengering pada musim hujan seperti ini, maka proses pengeringan padi tidak akan menjadi maksimal dan hanya mengakibatkan kadar air dalam beras yang diproduksi sangat tinggi," jelasnya.

Jika hal seperti itu terus terjadi, maka harga jual padi dari petani yang dilakukan oleh pemerintah akan semakin rendah.

Fasilitas ini, kata dia, sudah sangat mendesak khususnya di beberapa kabupaten di Sulsel yang menjadi sentra produksi beras, seperti kabupaten Pinrang dan Sidrap.

"Secara ideal, dalam satu daerah sentra produksi beras minimal terdapat lima unit fasiltas pengering dan penampung padi ini," tandasnya.

Jika jumlah ideal fasilitas ini dapat tepenuhi, maka petani tidak perlu khawatir jika terjadi musim penghujan dalam waktu yang cukup lama.

Dengan begitu, kata dia, maka petani pun bisa memiliki posisi tawar yang tinggi berkaitan dengan harga jual beras, karena mutu beras yang dihasilkan jauh lebih baik.

"Upaya untuk memberikan bantuan kepada petani dalam bentuk alat pengering dan penampung padi ini telah dilakukan dan mash perlu penambahan setiap tahun," imbuhnya. (T.pso-103/S016)