Pengusaha nilai UU Cipta Kerja dan LPI jadi penggerak investasi 2021
Selasa, 26 Januari 2021 17:13 WIB
Suasana aktivitas pembangunan proyek Light Rapid Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi atau Jabodebek di Jakarta, Kamis (17/12/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.
Jakarta (ANTARA) - Kalangan pengusaha menilai dua hal yaitu UU Cipta Kerja dan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA), akan menjadi penggerak investasi pada 2021 ini.
"Kami melihat yang akan lebih optimis di 2021 ini adalah UU Cipta Kerja dan Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Indonesia Investment Authority (INA). Dua komponen ini jadi penggerak investasi yang menurut saya cukup menarik di 2021 dan selanjutnya," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani.
Dalam webinar bertajuk "Akselerasi Pemulihan Ekonomi: Kebangkitan Investasi dan Perdagangan" di Jakarta, Selasa, Hariyadi mengatakan ada optimisme dari kalangan pengusaha atas capaian realisasi investasi 2020 yang sukses melampaui target meski di tengah pandemi COVID-19.
Namun, ia mengakui kondisi pada 2021 juga sama beratnya. Pasalnya, langkah utama untuk bisa mendorong pemulihan ekonomi pada tahun ini adalah bagaimana mengendalikan pandemi.
"Bagaimana pun juga, waktu-waktu terakhir ini memang cukup merisaukan karena rumah sakit penuh, penyebaran cepat sekali dan sangat dekat dengan kita sehari-hari. Ini sangat merisaukan kami selaku pengusaha dan sangat menghambat kemajuan kita," katanya.
Awalnya, pemerintah telah menetapkan peraturan turunan UU Cipta Kerja terdiri atas empat peraturan presiden (perpres) dan 40 peraturan pemerintah (PP).
Kemudian, terdapat tambahan perincian di sektor pekerjaan umum dan perumahan rakyat, sehingga PP bertambah menjadi 48. Dengan demikian, aturan turunan secara keseluruhan berjumlah 52 yang terdiri atas 48 PP dan 4 perpres.
Hingga saat ini sebanyak 19 rancangan PP dan empat perpres telah selesai diharmonisasi dan siap diundangkan sedangkan 21 peraturan pelaksana sisanya masih dalam proses dan hampir selesai.
Sementara itu, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) diharapkan mampu menarik para investor sovereign wealth fund (SWF) negara lain seiring dengan target Presiden Joko Widodo agar LPI mampu menghimpun dana awal sebesar 20 miliar dolar AS.
"Kami melihat yang akan lebih optimis di 2021 ini adalah UU Cipta Kerja dan Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Indonesia Investment Authority (INA). Dua komponen ini jadi penggerak investasi yang menurut saya cukup menarik di 2021 dan selanjutnya," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani.
Dalam webinar bertajuk "Akselerasi Pemulihan Ekonomi: Kebangkitan Investasi dan Perdagangan" di Jakarta, Selasa, Hariyadi mengatakan ada optimisme dari kalangan pengusaha atas capaian realisasi investasi 2020 yang sukses melampaui target meski di tengah pandemi COVID-19.
Namun, ia mengakui kondisi pada 2021 juga sama beratnya. Pasalnya, langkah utama untuk bisa mendorong pemulihan ekonomi pada tahun ini adalah bagaimana mengendalikan pandemi.
"Bagaimana pun juga, waktu-waktu terakhir ini memang cukup merisaukan karena rumah sakit penuh, penyebaran cepat sekali dan sangat dekat dengan kita sehari-hari. Ini sangat merisaukan kami selaku pengusaha dan sangat menghambat kemajuan kita," katanya.
Awalnya, pemerintah telah menetapkan peraturan turunan UU Cipta Kerja terdiri atas empat peraturan presiden (perpres) dan 40 peraturan pemerintah (PP).
Kemudian, terdapat tambahan perincian di sektor pekerjaan umum dan perumahan rakyat, sehingga PP bertambah menjadi 48. Dengan demikian, aturan turunan secara keseluruhan berjumlah 52 yang terdiri atas 48 PP dan 4 perpres.
Hingga saat ini sebanyak 19 rancangan PP dan empat perpres telah selesai diharmonisasi dan siap diundangkan sedangkan 21 peraturan pelaksana sisanya masih dalam proses dan hampir selesai.
Sementara itu, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) diharapkan mampu menarik para investor sovereign wealth fund (SWF) negara lain seiring dengan target Presiden Joko Widodo agar LPI mampu menghimpun dana awal sebesar 20 miliar dolar AS.
Pewarta : Ade Irma Junida
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Makassar dan Balai Cipta Karya bahas hibah alat deteksi air JICA Jepang
28 January 2026 5:19 WIB
Kemenkum Sulbar beri perlindungan hukum dengan bantu daftarkan hak cipta 12 buku
27 January 2026 16:27 WIB
Kemenkum Sulbar lakukan pemdampingan guna tingkatkan kualitas pelayanan Kekayaan Intelektual
20 January 2026 4:20 WIB
Kemenkum RI: Mengutip berita tanpa cantumkan sumber adalah pelanggaran karya jurnalistik
19 September 2025 6:35 WIB
MA kabulkan kasasi Agnez Mo soal sengketa hak cipta lagu "bilang saja" dengan Ari Bias
14 August 2025 13:19 WIB
Polrestabes Makassar identifikasi titik rawan kejahatan jelang Natal
09 December 2024 0:26 WIB, 2024
Pemprov Sulsel mengajak warga hening cipta serentak 10 November 2024
07 November 2024 14:36 WIB, 2024
Penyidik KPK bawa Kabid Cipta Karya PUPR Kalsel setelah terjaring OTT
07 October 2024 17:58 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemkot Makassar perketat pengawasan harga pangan jelang Ramadhan dan Imlek
14 February 2026 5:17 WIB